daerah

Peduli Kasih Kapolres Suryanto Kunjungi Janda Miskin di Manggarai Timur

Jumat, 18 April 2025 | 08:12 WIB
Kapolres Manggarai Timur AKBP Suryanto (Tengah), Bripka Hery (ujung kiri), Wartawan TVRI-Paul Tengko (ujung kanan) saat mengunjungi Mama Esilia Mis (Foto: Dokpri Bripka Hery Tena)

Idenusantara.com-Beberapa hari yang lalu beberapa media lokal mengabarkan tentang kisah pilu Esilia Mis, perempuan berusia 59 tahun asal Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, provinsi NTT.

Diketahui selama 25 tahun terakhir, Esilia hidup serba keterbatasan bersama anak-anaknya dengan menempati rumah reyot berdinding bambu yang terlihat melepuh termakan rayap dan usia juga seng atapnya sudah berkarat.

Baca Juga: Ini Dia Makna Kamis Putih Bagi Umat Katolik

Rumah yang ditinggali Esilia nyaris roboh. Lantainya berupa tanah, dan miris saat hujan turun, air merembes masuk dari celah atap dan dinding.

“Kalau hujan angin, saya duduk saja di pojok yang kering sambil berdoa supaya rumah ini tidak ambruk,” ungkap Esilia mengutip TVRINews dengan mata berkaca-kaca, pada Kamis, (17/4/2025).

 

Sehari-hari Makan Ubi dan Rindukan Rumah Layak Huni

Pilunya lagi Esilia tidak memiliki penghasilan tetap. Untuk makan sehari-hari, ia mengandalkan hasil kebun kecil di belakang rumah serta bantuan dari tetangga. Kadang, ia bekerja serabutan seperti membersihkan kebun atau membantu panen tetangga dengan bayaran seadanya.

Baca Juga: Masih Adakah Polisi Yang Dermawan di Negeri Ini?

Semenjak ditinggal sang suami, beban hidup Esilia semakin berat.Janda miskin ini terhimpit keadaan ekonomi yang penuh kesulitan, Meski demikian, ia tetap tegar dan kuat serta bertahan, dalam permenungannya ia berharap akan ada bantuan untuk memperbaiki rumahnya.

“Saya tidak minta banyak, cukup rumah ini bisa diperbaiki sedikit supaya saya bisa tidur dengan tenang,” ungkapnya dengan nada pilu.

Kondisi Esilia ini menjadi potret nyata bahwa kemiskinan itu masih ditemukan di pelosok Manggarai Timur.

 

 

Halaman:

Tags

Terkini