NTT, idenusantara.com -- Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk kesejahteraan pekerja. Hal ini disampaikan Prabowo pada saat dirinya menghadiri langsung acara peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Kamis, 1 Mei 2025.
Pada saat itu Presiden menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan dan keadilan bagi para buruh. Pemerintah akan terus bekerja keras untuk menciptakan sistem ketenagakerjaan yang adil, produktif, dan berkelanjutan.
“Kami akan bekerja keras, agar semua warga negara Indonesia bisa mendapat pelayanan kesehatan sebaik-baiknya dan bisa dapat obat yang semurah-murahnya, ini perjuangan kami. Kami sudah melihat, kami sudah menghitung, kekayaan Bangsa Indonesia begitu besar,” ujar presiden Prabowo mengutip setkab.go.id
Sikap tegas presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di lapangan hari ini.
Proyek PT Akas yang bersumber dari APBN
Meskipun sudah di Provisional Hand Over (PHO) atau Penyerahan Pertama pekerjaan, namun hingga kini proyek yang dengan nilai fantastis itu masih menyisakan soal. Ratusan juta bahkan miliaran rupiah upah buruh belum dibayar oleh PT Akas sebagai kontraktor utama pembangunan jalan tersebut.
Karena itu, para buruh berencana akan membongkar kembali pekerjaan yang sudah jadi di sepanjang ruas jalan Labuan Bajo-Malwatar-batas kota Ruteng.
Yohan, salah satu kontraktor rekanan PT Akas, mengaku belum menerima upah kerja yang dinjanjikan sejak Januari hingga Mei 2025, padahal sudah bekerja sejak tahun 2024.
"Sampai saat ini kami belum terima upah yang dijanjikan PT Akas, karena ulah dari PT Akas ini saya harus berhutang kiri kanan untuk bayar HOK," ungkap Yohan kepada Media ini Rabu (12/05/2025)
"Yang menyedihkan itu, istri dan anak saya selalu bertanya, tetapi saya selalu beralasan uang kami belum cair dari bos," Katanya
Yohan merinci kalau utang sisah kerja yang dimilikinya pada PT Akas senilai Rp287 Juta dari total volume yang dikerja sepanajang 1.666,14 m3
"287 Adek," Sebut Yohan