daerah

FMN Rayakan 22 Tahun Perlawanan: Satukan Gerakan, Menang Bersama Rakyat

Minggu, 18 Mei 2025 | 23:02 WIB
Front Mahasiswa Nasional (FMN) bersama berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum buruh, petani, hingga organisasi kerakyatan lainnya, menggelar peringatan 22 tahun berdirinya FMN di Taman Nostalgia, Kupang (Foto:Hefri Persly)

 


Idenusantara.com-Front Mahasiswa Nasional (FMN) bersama berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum buruh, petani, hingga organisasi kerakyatan lainnya, menggelar peringatan 22 tahun berdirinya FMN di Taman Nostalgia, Kupang pada Minggu (18 Mei 2025). Acara ini menjadi momen reflektif sekaligus menunjukkan semangat perlawanan, mengusung tema besar: “Menempa Militansi, Memperluas Barisan, dan Menyatukan Gerakan untuk Kemenangan Rakyat.”

Kegiatan dimulai dengan
penampilan-penampilan menarik seperti monolog, pembacaan puisi, dan teater, yang diiringi dengan orasi politik serta yel-yel perjuangan. Seluruh rangkaian acara menegaskan posisi FMN sebagai organisasi gerakan yang berpihak pada rakyat tertindas—bukan kepada pemangku kekuasaan.
FMN merupakan organisasi pergerakan yang konsisten membela kepentingan rakyat.

Baca Juga: Ciptakan Sejarah di Wembley: Piala FA 2024/2025 Jadi Trofi Mayor Pertama Dalam Sejarah Crystal Palace

Ia menjadi tuntunan dan pedoman bagi gerakan rakyat di Indonesia, karena FMN adalah satu-satunya organisasi yang secara terang membicarakan dan melawan serta menentang musuh rakyat. Dalam perjuangannya, FMN aktif dalam aksi demonstrasi, kajian kritis, serta diskusi publik sebagai bentuk komitmen terhadap perubahan sosial.

Ketua FMN, Bung Vino, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, aliansi reforma agraria, dan organisasi kerakyatan yang turut hadir. Ia mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan sejarah panjang perjuangan FMN dan memperkuat barisan dalam menghadapi ketidakadilan, kapitalisme, kolonialisme, dan imperialisme.

Baca Juga: Upah Minimum NTT 2025 Resmi Ditetapkan Kota Karang Raih UMK Tertinggi, Manggarai Timur Berapa?

“Perjuangan adalah karya. Kita harus terus bersama kaum tani, buruh, nelayan, perempuan tertindas, kaum miskin kota, dan suku bangsa minoritas, untuk memperhebat perjuangan dalam menghadapi rezim penguasa. Perjuangan kita adalah murni bentuk kepedulian terhadap rakyat,” ujar bung Vino dalam sambutanya

Ia juga menyoroti persoalan-persoalan struktural seperti penggusuran, relokasi, serta buruknya kondisi kelas pekerja yang terjadi akibat kebijakan semena-mena dari para pemangku kekuasaan, tanpa mempertimbangkan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Cerdas dan Menginspirasi, Crescentia Atniseyla Tegok Dinobatkan Sebagai Juara Putri Manggarai Tahun 2025

“FMN tidak percaya pada jalur partai politik dalam mewujudkan perubahan. Kami memilih tetap berada di tengah rakyat, sebagai kekuatan murni gerakan mahasiswa yang bergandeng tangan dengan rakyat tertindas. Kaum buruh, tani, dan sektor rakyat lainnya adalah kekuatan utama yang menopang kemurnian perjuangan demi hak dan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Perwakilan dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) NTT juga memberikan sambutan, menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan peringatan HUT FMN ke-22, dan menegaskan pentingnya FMN sebagai wadah belajar dan berjuang bersama rakyat.

Baca Juga: Kunjungi Panti Asuhan Cinta Kasih, Upaya Mahasiswa Unika St Paulus Ruteng untuk Wujudkan Kepedulian Sosial

“FMN adalah tempat untuk melawan tiga musuh utama rakyat: imperialisme, kapitalisme, dan feodalisme. FMN dibutuhkan sebagai tenaga penggerak untuk melahirkan aktivis massa yang militan, patriotik, dan demokratis. Kami harap FMN terus tegak dalam prinsip dan pekerjaan politiknya,” ujar Ketua AGRA.

Ia juga menegaskan pentingnya mempererat hubungan antara mahasiswa, petani, buruh, perempuan, dan sektor rakyat lainnya. Mahasiswa, menurutnya, memiliki teori yang perlu diimplementasikan di tengah-tengah rakyat.

Halaman:

Tags

Terkini