daerah

Raja Ampat Bukan untuk Ditambang! Tokoh Muda Manggarai Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang

Jumat, 6 Juni 2025 | 15:00 WIB
Tokoh Pemuda Mahasiswa Manggarai NTT di Bali, I Putu Agus Karsha Saskara Putra S.Kom.

Wisata Alam atau Tambang? Negara Harus Pilih!

Agus Karsha menyindir pemerintah yang terkesan ambigu, dimana satu sisi mengklaim mendorong pariwisata berkelanjutan, tetapi sisi lain justru membuka izin tambang di kawasan yang sama.

“Mereka menjual Raja Ampat di brosur pariwisata, tapi di belakang layar mereka menjual tanah dan lautnya ke korporasi tambang. Ini kemunafikan tingkat tinggi!,” seru Agus.

Dia menegaskan bahwa pembangunan yang berpihak pada rakyat seharusnya tidak mengorbankan warisan alam dan budaya demi keuntungan jangka pendek.

Baca Juga: Momen Haru Ketika SDI Compang Ngeles Melepas Siswa-siswi Kelas 6 dan Guru Purna Tugas

Menurutnya, model pembangunan berkelanjutan harus berakar pada konservasi, pariwisata hijau, dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Raja Ampat Adalah Harga Diri Bangsa

Lebih dari sekadar wilayah geografis, Raja Ampat adalah simbol bahwa Indonesia masih memiliki sesuatu yang suci. Bila kekuatan uang dan politik dibiarkan merobek-robek kawasan ini, maka Indonesia akan kehilangan salah satu mahkota terakhirnya.

“Papua bukan tanah kosong! Raja Ampat bukan untuk ditambang. Raja Ampat untuk dijaga!,” tutup Agus dengan lantang.

Seruan dari Bali ini bukan hanya gema dari seorang pemuda. Ini adalah alarm keras bagi seluruh rakyat Indonesia, apakah kita masih peduli pada alam? Atau kita rela menjual satu-satunya surga terakhir demi segenggam logam.***

Halaman:

Tags

Terkini