Nonato juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak, terutama para pemangku kepentingan dan masyarakat Kabupaten Manggarai, yang telah turut menjaga penyelenggaraan Pemilu 2024 agar berjalan aman dan damai.
Baca Juga: Daftar Bintang Senior Timnas Indonesia Yang Kemungkinan Tersisih Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030
Aria Bima: Bawaslu Adalah Benteng Demokrasi
Sementara itu, dalam sesi malam Rakor, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa Bawaslu harus menjadi benteng demokrasi sebagai lembaga yang menjaga kemurnian suara rakyat dan menjadi tempat publik menaruh kepercayaan terhadap proses politik di Indonesia.
"Bawaslu harus menjadi benteng demokrasi. Tempat rakyat menaruh kepercayaan bahwa demokrasi ini berjalan dengan baik," tegas Aria Bima.
Ia menyebut, penguatan kelembagaan Bawaslu adalah keniscayaan.
Menurutnya, keberadaan lembaga pengawas yang permanen dan profesional akan menjamin kualitas demokrasi yang lebih matang.
Aria juga menekankan agar dalam pengawasan Pemilu tidak bisa hanya datang dari lembaga formal, tetapi harus melibatkan partisipasi masyarakat yang sadar politik.
Untuk itu, tegas Aria, Bawaslu dituntut membangun integritas, kapasitas, dan kepercayaan publik.
"Tugas Bawaslu bukan hanya mengawasi, tapi juga meningkatkan kesadaran rakyat agar tidak sekadar menggunakan hak pilih, tetapi ikut mengawasi jalannya demokrasi," ujarnya.
Baca Juga: Oase Bakti Kodim 1612 Manggarai: Memutus Belenggu, Merajut Asa Kolektif Bersama Warga
Integritas dan Kapasitas Jadi Fondasi Kepercayaan Publik
Aria menegaskan, integritas dan kapasitas merupakan dua pilar utama bagi penyelenggara Pemilu.
Ia menilai, tanpa integritas, pengawasan akan kehilangan legitimasi; tanpa kapasitas, lembaga akan kehilangan daya kerja.
Integritas penyelenggara Pemilu berarti netral, tidak berpihak kepada kepentingan apapun selain konstitusi dan undang-undang," katanya.