Baca Juga: Kemenkum Catat Capaian Gemilang: 99,68 Persen Layanan Hukum Terselesaikan dalam Setahun
Tua Adat: Polisi Ini Menghormati Budaya Kami
Sementara itu, tua adat Kampung Purang, Fransiskus Jaman, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya atas keterlibatan langsung Bhabinkamtibmas Rahong Utara dalam kegiatan adat masyarakat Purang.
Baginya, kehadiran polisi dalam kegiatan sakral seperti pengangkatan Siri Bongkok menunjukkan bahwa aparat negara menghormati nilai-nilai budaya lokal.
"Kami merasa sangat dihargai. Biasanya aparat datang hanya kalau ada masalah, tapi Pak Bhabin ini berbeda. Ia datang di saat kami bekerja, di saat kami bergotong royong, bahkan di saat kami melakukan ritual adat. Ini bentuk penghormatan yang luar biasa," tutur Fransiskus.
Ia mengakui bahwa sejak bertugas di Rahong Utara, Aipda Kornelius dikenal aktif membaur dengan warga dan tidak segan membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan, baik sosial, keamanan, maupun adat.
"Beliau tidak hanya bicara soal hukum atau ketertiban, tapi juga mendengarkan kami. Kami merasa aman dan dekat. Kalau semua aparat seperti ini, hubungan antara masyarakat dan polisi pasti lebih kuat," tambahnya.
Baca Juga: Presiden Brasil Sebut Program MBG Indonesia Selaras dengan Aliansi Global Melawan Kelaparan
Fransiskus menegaskan, keterlibatan polisi dalam upacara adat seperti Roko Molas Poco juga memberi pesan penting bagi generasi muda, bahwa tradisi bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan ruang kebersamaan yang bisa melibatkan semua pihak, termasuk aparat negara.
"Kami ingin anak-anak muda belajar dari contoh ini. Bahwa gotong royong tidak mengenal pangkat atau jabatan. Semua orang bisa ikut menjaga budaya," ujarnya.
Pelestarian Nilai Lokal Melalui Kemitraan
Prosesi pengangkatan Siri Bongkok ini menjadi simbol kuat sinergi antara budaya dan negara. Tradisi yang dijalankan dengan penuh kebersamaan ini memperlihatkan bagaimana adat dan aparat bisa saling menopang.
Meski puncak acara Roko Molas Poco Mbaru Gendang Purang belum ditentukan oleh para tua adat, namun setiap tahapannya berjalan penuh makna dan kekompakan. Masyarakat bergotong royong tanpa pamrih, saling membantu dalam semangat kekeluargaan yang sudah menjadi ciri khas warga Manggarai.
Keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan adat seperti ini mencerminkan penerapan nyata dari konsep "Polri Presisi" yang menekankan pendekatan humanis, empatik, dan berbasis kearifan lokal. Melalui kehadiran di tengah masyarakat, polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat tatanan sosial dan nilai-nilai budaya.
Baca Juga: Presiden Brasil Lula da Silva Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan Strategis dengan Indonesia