daerah

Selain Minta Beli Buku dan Pena, Bupati Ngada Ungkap Sejumlah Fakta Lainnya Sebelum YBR Bunuh Diri

Kamis, 5 Februari 2026 | 23:32 WIB
Bupati Ngada, Raymundus Bena (Foto: Radarbali)

 


Idenusantara.com-Bupati Ngada, Raymundus Bena, mengungkapkan hasil temuan tim yang diturunkan ke lapangan terkait kematian seorang anak SD berinisial YBR (10). YBR gantung diri usai permintaannya membeli buku dan pena tak dikabulkan ibunda karena tak ada uang.

Selain meminta untuk dibelikan buku dan pena, Raymundus juga menyebut bahwa sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban kerap meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) guna memenuhi kebutuhan sekolah.

Baca Juga: Lantaran Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Bocah SD di Ngada Tewas Bunuh Diri

"Dia bertanya kapan PIP beasiswanya diurus dan mamanya bilang tunggu nanti pencairan ke bank di kabupaten," ucap Raymundus, pada Kamis (5/2/2026).

Secara administrasi pencairan dana tersebut belum dapat dilakukan karena KTP ibunya masih tercatat berasal dari Kabupaten Nagekeo, bukan Kabupaten Ngada sesuai dengan domisili barunya.

"Sehingga diberitahu untuk pulang dan urus dulu itu (administrasi) di kampung. Terus ditanya lagi anaknya dan dijawab sama lagi kalau akan diurus. Sampai terakhir belum sempat urus, suatu hari itu dia tidak ke sekolah dan ke kebun neneknya," jelas Raymundus.

Baca Juga: Anak Itu Tak Mati karena Buku Dan Pena, Ia Mati karena Negara Lalai

Untuk urusan administrasi tersebut, kakak pertama dan kedua dari pihak ayah yang berbeda telah lebih dulu diurus kepindahannya ke Kabupaten Ngada. Sementara itu, kakak ketiga hingga korban belum sempat diurus sehingga masih terkendala secara administratif.

Pada hari kejadian, korban sempat pergi ke rumah neneknya. Namun, saat itu sang nenek tidak berada di tempat sehingga korban berada seorang diri. Beberapa warga yang melintas sempat menanyakan alasan korban tidak masuk sekolah, yang dijawab korban sedang sakit kepala.

Baca Juga: Tragedi Ngada; ”Yang Sering Tak Tertulis di Buku Pelajaran Kita

Ngada dan PIP Versi Daerahnya

Bupati Ngada Raymundus Bena menyebut beasiswa korban sudah ada tetapi memang sulit dicairkan karena permasalahan administrasi ini. Hal ini yang akan menjadi perhatian ke depannya.

Pihaknya akan melakukan tindakan tegas agar warganya tertib melengkapi administrasi.

Halaman:

Tags

Terkini