daerah

Anggaran Pupuk Cair Namun Barang Nihil, Kades Lando 'Dionysius Madas' Diduga Telip Anggaran Rp49 Juta

Jumat, 27 Maret 2026 | 10:52 WIB
Anggaran Pupuk Cair Namun Barang Nihil, Kades Lando ‘Dionysius Madas’ Diduga Telip Anggaran Rp49 Juta

"Kami tidak pernah lihat ada pembagian pupuk itu. Tidak ada juga penjelasan dari desa. Seolah-olah dana itu hilang begitu saja. Ini yang membuat kami kecewa dan mulai curiga," tuturnya.

Ia juga menyinggung soal kepercayaan masyarakat yang semakin menurun terhadap kepemimpinan desa.

Dalam keterangannya, ia bahkan menyebut adanya isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait perilaku pribadi kepala desa yang dinilai tidak mencerminkan integritas seorang pemimpin.

"Kami dengar sendiri di kampung, banyak yang bilang kades itu sering berjudi. Kalau memang benar, ini sangat memprihatinkan. Bagaimana mau urus desa dengan baik kalau perilakunya seperti itu?" katanya.

Baca Juga: Menjaga Harmoni Pendidikan: SMTK Waikabubak Selesaikan Problem Internal Lewat Dialog

Pernyataan-pernyataan warga tersebut mencerminkan akumulasi kekecewaan yang selama ini terpendam. Bagi mereka, persoalan ini bukan sekadar tentang pupuk yang tidak dibagikan, tetapi juga menyangkut rasa keadilan, kepercayaan, dan hak mereka sebagai masyarakat desa.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Lando, Dionysius Madas, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini belum mendapatkan respons.

Masyarakat berharap pihak pemerintah kabupaten, inspektorat, hingga aparat penegak hukum dapat segera turun tangan untuk menelusuri dugaan ini secara menyeluruh. Mereka menegaskan bahwa kejelasan dan transparansi adalah hal mutlak yang harus dipenuhi, agar tidak ada lagi kecurigaan yang berkembang dan merusak kepercayaan publik.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu dan ketergantungan tinggi pada sektor pertanian, absennya bantuan pupuk menjadi pukulan nyata bagi warga Desa Lando. Harapan mereka kini bertumpu pada adanya langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik anggaran Rp49 juta yang hingga kini tak berbekas.

Halaman:

Tags

Terkini