daerah

Antrean Truk Proyek Mengular di SPBU Mano, Warga Keluhkan Sulit Mendapat BBM

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:27 WIB
Antrean sejumlah dump truck di SPBU Mano, Manggarai Timur pada, Jum'at (16/10/2026). Warga menduga aktivitas pengisian BBM oleh kendaraan proyek turut mendominasi antrean sehingga menyulitkan masyarakat mendapatkan BBM. (Dok.Ide Nusantara)

IDE NUSANTARA.COM — Antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), terjadi hampir setiap hari dalam beberapa pekan terakhir.

Di tengah dimulainya sejumlah pekerjaan proyek pemerintah di Manggarai Timur, antrean tersebut didominasi kendaraan dump truck.

Kondisi ini memunculkan keluhan warga yang kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) tanpa harus menunggu berjam-jam.

Baca Juga: Polres Manggarai Didesak Segera Naikkan Status Kasus Pengeroyokan Arnoldus Bembot Pascapilkades Ranaka ke Penyidikan

Pantauan Ide Nusantara di SPBU Mano pada Jumat (16/10/2026) siang menunjukkan, antrean kendaraan mengular hingga ke Jalan Trans Flores Ruteng–Borong.

Deretan kendaraan terlihat mulai dari depan Kantor Kelurahan Mandosawu hingga ke area SPBU. Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan dump truck.

Sejumlah warga menduga kendaraan-kendaraan tersebut berkaitan dengan aktivitas pengangkutan material untuk berbagai proyek yang sedang dikerjakan di Manggarai Timur.

Pada 2026, sejumlah proyek pemerintah di Manggarai Timur mulai dikerjakan, termasuk program revitalisasi satuan pendidikan yang didanai pemerintah pusat dan pekerjaan infrastruktur jalan.

Baca Juga: Bukan Rp1 Miliar Lagi! KPK Sita Rp1,9 Miliar dalam OTT Bupati Klaten

Di tengah situasi tersebut, warga mempertanyakan panjangnya antrean kendaraan besar di SPBU Mano serta dampaknya terhadap masyarakat yang membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari.

Bertus, salah seorang pengendara sepeda motor, mengaku kembali mengurungkan niatnya untuk mengisi BBM di SPBU tersebut karena panjangnya antrean.

Ia memilih membeli bensin eceran di pinggir jalan dengan harga Rp25.000 per liter.

"Ngeri betul antrean ini sudah. Kalau mau isi bensin harus menunggu berjam-jam karena SPBU sangat lama melayani sejumlah mobil dump truck," keluh Bertus (16/10).

Baca Juga: Cara Daftar Agen Perlinsos Kemensos 2026 secara Online, Simak Langkahnya

Menurut dia, kejadian tersebut bukan kali pertama dialaminya. Dalam beberapa pekan terakhir, ia berulang kali mendapati antrean panjang ketika hendak mengisi BBM di SPBU Mano.

"Kami bingung, SPBU ini selalu antre tiap hari. Mungkin karena banyak mobil yang mengangkut material proyek," ujarnya.

Sejumlah dump truck mengantre untuk mengisi BBM di SPBU Mano, Manggarai Timur. (Dok.Ide Nusantara)


Bertus meminta pengelola SPBU Mano memperhatikan kebutuhan masyarakat umum agar pengendara sepeda motor maupun kendaraan kecil tidak terus-menerus dirugikan oleh antrean kendaraan besar.

Ia berharap pelayanan pengisian BBM dapat dilakukan secara tertib sehingga masyarakat tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam atau terpaksa membeli bensin eceran dengan harga lebih mahal.

Baca Juga: Cara Daftar Agen Perlinsos Kemensos 2026 secara Online, Simak Langkahnya

Keluhan serupa disampaikan DS, warga lainnya. Ia mempertanyakan aktivitas pengisian BBM oleh sejumlah dump truck yang menurut pengamatannya turut mendominasi antrean di SPBU Mano.

DS menduga, sebagian kendaraan tersebut mengisi BBM untuk menunjang operasional kendaraan dan alat berat yang digunakan dalam pekerjaan proyek di Manggarai Timur.

Dugaan itu, menurut dia, perlu ditelusuri agar penggunaan BBM di tengah aktivitas proyek pemerintah tidak merugikan masyarakat yang juga membutuhkan pasokan bahan bakar.

Baca Juga: PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Lowongan Kerja di Waingapu dan Jakarta, Ini Daftar Posisinya

"“Kami berharap pengelola SPBU memperhatikan kebutuhan masyarakat kecil. Jangan sampai masyarakat yang hanya mau mengisi bensin untuk sepeda motor harus menunggu berjam-jam karena antrean mobil dump truck. Apalagi, sekarang banyak proyek yang sedang dikerjakan. Ini perlu diperhatikan agar pelayanan BBM kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ide Nusantara telah berupaya menghubungi Edi, pengelola SPBU Mano, melalui pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan mengenai antrean kendaraan yang mengular, pola pelayanan pengisian BBM, serta dugaan penggunaan BBM untuk kebutuhan operasional proyek.

Namun, hingga berita ini ditulis, Edi belum memberikan tanggapan meskipun pesan konfirmasi telah masuk ke ponselnya.***


Tags

Terkini