Prestasi tersebut semakin memantik gairah dalam berkarya dan menciptakan sejumlah produk kendaraan listrik lainnya.
Setahun kemudian, SMKN 3 Mataram kembali berkarya dan melahirkan sejumlah kendaran listrik seperti motor konversi dan buggy car.
Melihat besarnya potensi program ini, memasuki tahun 2023, PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama SMKN 3 Mataram menggelar pelatihan konversi yang diikuti oleh peserta didik dari berbagai SMK di Lombok, yakni SMKN Jonggat, Gunungsari, Labuapi, dan Selong. Pelatihan konversi ini meggandeng bengkel konversi berlisensi, PT Braja Elektrik Motor, sebagai pemateri, dan menghasilkan 2 unit motor konversi.
Baca Juga: SMKN 3 Mataram Resmi Kantongi Sertifikat Bengkel Konversi Motor Listrik Pertama Se-Indonesia Timur
"Pelatihan konversi motor listrik yang termasuk dalam program TJSL ini merupakan perwujudan komitmen PLN dalam aspek Environmental, Social, & Governance (ESG) dengan harapan mampu menciptakan Creating Shared Value (CSV) dan Sustainable Development Goals (SDG's) yang bermanfaat dan mampu memberikan nilai tambah kepada perusahaan, masyarakat, dan lingkungan," ujar General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Abdul Nahwan.
Pada 18 Oktober 2023, PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama SMKN 3 Mataram melangsungkan pertemuan dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penyiapan bengkel konversi.
Bengkel ini akan mejadi pusat pelayanan bagi masyarakat NTB yang ingin memeroleh informasi terkait motor konversi dan hendak mengkonversi motor mereka dari motor konvensional ke motor listrik.
Baca Juga: PLN Mobile Proliga 2024 Siap Digelar, Kolaborasi Dukungan Untuk Pengembangan Voli di Tanah Air
Pertimbangan dalam persiapan bengkel konversi SMKN 3 Mataram mengacu pada kinerja dan performa dari program ini yang telah menghasilkan 16 tenaga terampil dalam konversi dan melahirkan 20 produk kendaraan listrik, seperti motor konversi, dokar listrik, buggy car, dan R-One Smekti.
Memeroleh kepercayaan Kementerian ESDM, pada 5-15 Desember 2023, SMKN 3 Mataram ditunjuk untuk melaksanakan program konversi gratis yang melibatkan 6 guru dan 20 siswa SMK. Melalui program ini, SMKN 3 Mataram sukses mengkonversi 34 unit motor BBM. Produk konversi ini bahkan diproyeksikan menekan emisi karbon sebesar 13,58 ton/tahun.
"Program konversi ini juga dapat memberikan kompetensi bagi siswa sebagai teknisi yang dapat bekerja di industri sepeda motor listrik atau membuka bengkel konversi sendiri," ucap Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Ketenagalistrikan, Sripeni Inten Cahyani.