Mengenal Lebih Dekat Kampung Adat Ruteng Pu'u di Flores NTT

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Rabu, 22 Januari 2025 | 20:09 WIB
Kampung Ruteng pu'u (Foto: Medsos Facebook Elo Nanta)
Kampung Ruteng pu'u (Foto: Medsos Facebook Elo Nanta)

Ada keyakinan bahwa mereka yang pertama menempati kampung itu dan membangunnya, yang mereka sebut Beo Ruteng atau kampung Ruteng.

Pola kampung

Kampung Ruteng memiliki dua rumah adat (Mbaru Niang). Ada yang disebut Mbaru Tambor untuk pele sale, dan ada Mbaru Gendang untuk pele awo. Dalam penelusuran di setiap perkampungan Manggarai, hanya kampung Ruteng yang mempunyai struktur dualistik pada kampungnya dengan dua rumah adat. Di sekitar halaman terdapat Like, susunan bebatuan nan rapih tempat pejalan kaki. 

Baca Juga: Wisata Kampung Adat Wologai, Kampung Adat Terkeren yang Telah Berusia 800 Tahun di Kabupaten Ende

Pada sentrum kampung ada sebuah Compang, semacam sebuah bangunan megalitik yang tersusun atas batu-batu dan menjadi mesbah tempat persembahan. Compang ini yang berbentuk oval ini digunakan juga untuk kuburan para leluhur dan tetua adat yang sudah meninggal. Kampung ini berpola melingkar, dalam bahasa Manggarai di sebut beo. 

Beo merupakan kesatuan wilayah genealogis karena didiami oleh mereka yang mempunyai hubungan darah atau keturunan satu sama lain. Beo berasal dari kata bea’o. Bea artinya datar atau rata. Sedangkan bea’o merupakan ucapan untuk menyebut tanah rata atau datar. Semacam sebuah ungkapan bernada kekaguman. Kemudian kata itu disingkat beo, yang artinya kampung.

Ada ungkapan, “ pa’ang’n olo ngaung’n musi agu Beo’n One.” Yang berarti, dari gerbang kampung sampai belakang kampung, dan bagian dalamnya. Ungkapan ini menjadi konsep dasar arti sebuah kampung atau beo.

Penulis: Andre Yuris 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Sumber: Andre Yuris

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pongkor! Sepenggal Sejarah yang Terlupakan

Rabu, 22 Januari 2025 | 07:47 WIB

Tradisi Berburu Ikan Paus Suku Tufaona di NTT

Selasa, 21 Januari 2025 | 07:05 WIB

Legenda Putri Mandalika Dari Lombok

Selasa, 21 Januari 2025 | 06:24 WIB
X