"Kalau dulu di seminari kita main musik untuk mengiringi misa atau acara sekolah, sekarang kita ingin bermusik untuk masyarakat. Musik yang membawa sukacita, tapi juga pesan," ucap Pompy Jehaun, salah satu gitaris.
Meski masih terbilang baru, X-Pio Band sudah mulai mendapat perhatian dari berbagai kalangan di Ruteng. Kehadiran mereka dianggap memberi warna baru di tengah geliat musik lokal yang mulai tumbuh kembali pasca-pandemi.
Musik Sebagai Perekat Persaudaraan
Lebih dari sekadar tampil di panggung, X-Pio Band membawa misi sederhana namun kuat: menjaga persaudaraan antaralumni Seminari Kisol, sekaligus membangun ruang kreatif bagi generasi muda Manggarai.
"Bagi kami, X-Pio itu bukan sekadar band. Ini keluarga. Tempat kami saling dukung, saling belajar, dan saling menguatkan lewat musik," tutup Igen Jaka.
X-Pio Band menjadi bukti bahwa musik bukan hanya milik mereka yang mengejar panggung besar. Ia bisa lahir dari ruang sederhana, tumbuh dari pertemanan lama, dan memberi inspirasi baru bagi banyak orang. Dari Seminari Kisol, gema musik X-Pio kini mulai menggema ke seluruh Manggarai Raya untuk membawa pesan bahwa kreativitas dan persaudaraan adalah harmoni yang tak lekang oleh waktu.