- Epank Marsidi (bass)
- Tris Baeng (keyboard)
- No Riberu (saxophone)
Sedangkan pengisi vokal datang silih berganti: Heri Baben, Romo Beben Gaguk, Cony Watang, Ino Djemali, Igen Marley, Rivin Hadut, dan Rino Nores.
Sementara Risal Baeng bertugas sebagai soundman.
"Genre musik kami masih campuran. Kadang reggae, slow rock, pop, kadang rock and roll. Belum mengerucut ke satu warna khas, tapi kami menikmatinya karena setiap lagu punya cerita," ujar Igen.
Semangat Nostalgia dan Inspirasi Generasi Muda
Salah satu personel yang juga menjadi motor penggerak X-Pio, Heri Baben, menuturkan bahwa band ini bukan sekadar tempat menyalurkan hobi, melainkan juga wadah nostalgia dan inspirasi.
"Kami semua ini para pemusik sejak seminari. Jadi ini seperti cara untuk bernostalgia, tapi juga memberi contoh bahwa kreativitas tidak berhenti di usia atau profesi. Bermusik itu jiwa, dan kita ingin menularkannya ke generasi muda Manggarai,".kata Heri, yang juga dikenal sebagai politisi NasDem dan Ketua Yayasan Pesona Manggarai Raya (Ya-SoNaR).
Heri menambahkan, X-Pio diharapkan bisa menjadi salah satu ruang kreatif baru yang menghidupkan kembali semangat bermusik di Ruteng dan Manggarai Raya, terutama bagi anak-anak muda yang punya minat di dunia seni.
"Kami ingin membuktikan bahwa musik bisa jadi jembatan lintas generasi, lintas profesi. Dari pastor, politisi, hingga pengusaha, semua bisa bersatu dalam irama yang sama," ujarnya.
Baca Juga: Meneguhkan Jati Diri Bangsa Melalui Inklusi Sosial Masyarakat Adat
Dari Seminari ke Panggung-Panggung Manggarai
Bagi para anggota X-Pio, perjalanan mereka di musik sudah dimulai sejak masa remaja di seminari. Waktu itu, kamar musik di Seminari Kisol menjadi tempat belajar, bereksperimen, dan menemukan talenta. Kini, semangat itu mereka bawa kembali ke tengah masyarakat.
Artikel Terkait
Putra Manggarai Timur Odorikus Holang Ditunjuk Sebagai Ketua Bidang Hukum AMKI Jakarta
Kekerasan Terhadap Perempuan: Sinyal Ketimpangan Inklusi Sosial di Indonesia
Kasus HPR Meningkat di Manggarai, Dinas PMD Dorong Keterlibatan Kepala Desa
Komitmen Tumbuh Bersama Masyarakat, Bank NTT Cabang Ruteng Dorong Semangat Pelayanan Inklusif
Gubernur Melki Dorong Sinergi Percepatan Program MBG di Daerah Terpencil se-NTT
Memupuk Literasi Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unika St. Paulus Ruteng Membiasakan Literasi di SDI Kakor
Dari Jalanan ke Meja Bundar: Inklusi Sosial sebagai Fondasi dan Solusi Konflik Indonesia