-Kesulitan melakukan aktivitas akibat kelelahan
-Masalah pada jantung, seperti gangguan irama jantung (aritmia) dan gagal jantung
-Rentan terkena infeksi
-Gangguan pada paru-paru, seperti hipertensi pulmonal
-Komplikasi kehamilan, antara lain kelahiran prematur atau bayi terlahir dengan berat badan rendah
-Gangguan proses tumbuh kembang jika anemia terjadi pada anak-anak atau bayi.
Baca Juga: Teror Terhadap Tempo Terus Berlanjut Kali ini Tikus yang Dipenggal
Pencegahan Anemia
Beberapa jenis anemia, seperti anemia pada masa kehamilan dan anemia akibat kekurangan zat besi, dapat dicegah dengan pola makan yang kaya nutrisi, terutama:
-Makanan kaya zat besi dan asam folat, seperti daging, sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau gelap, roti, dan buah-buahan.
-Makanan kaya vitamin B12, seperti susu dan produk turunannya, serta makanan berbahan dasar kacang kedelai, seperti tempe dan tahu
-Buah-buahan kaya vitamin C, misalnya jeruk, melon, tomat, dan stroberi.
Selain dengan makanan, anemia akibat kekurangan zat besi juga dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen zat besi secara rutin.
Untuk mengetahui apakah asupan nutrisi Anda sudah cukup, diskusikanlah dengan dokter spesialis gizi. Bila keluarga Anda menderita anemia akibat kelainan genetik, seperti anemia sel sabit atau thalasemia, konsultasikanlah dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan agar kondisi ini tidak terjadi pada anak.
Ditinjau oleh : dr. Meva Nareza