Diagnosis Anemia
Untuk mendiagnosis anemia, dokter akan melakukan tanya jawab tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis, seperti:
-Tes darah lengkap, untuk mengetahui jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, dan hematokrit dalam darah
-Endoskopi, untuk melihat apakah terdapat perdarahan dalam lambung atau usus
USG panggul, guna mengetahui penyebab gangguan menstruasi yang menimbulkan anemia
-Pemeriksaan aspirasi sumsum tulang, untuk mengetahui kadar, bentuk, serta tingkat kematangan sel darah, dengan cara mengambil sampel jaringan sumsum tulang menggunakan jarum khusus
-Pemeriksaan sampel cairan ketuban saat kehamilan, guna mengetahui kemungkinan janin menderita kelainan genetik yang menyebabkan anemia.
Baca Juga: Curi Kabel Tembaga, Warga Kecamatan Wae Rii Ditangkap Polisi di Labuan Bajo
Pengobatan Anemia
Pengobatan anemia akan disesuaikan dengan jenis anemia yang dialami. Perlu diketahui bahwa pengobatan bagi satu jenis anemia bisa berbahaya bagi anemia jenis yang lain. Oleh karena itu, dokter tidak akan memulai pengobatan sebelum mengetahui penyebabnya dengan pasti.
Beberapa contoh pengobatan anemia atau obat kurang darah berdasarkan jenisnya adalah:
Anemia akibat kekurangan zat besi
Kondisi ini diatasi dengan mengonsumsi makanan dan suplemen zat besi. Pada kasus yang parah, diperlukan transfusi darah.
Anemia pada masa kehamilan
Kondisi ini ditangani dengan pemberian suplemen zat besi, asam folat, dan vitamin B12, yang dosisnya ditentukan oleh dokter.
Anemia akibat perdarahan
Kondisi ini diobati dengan menghentikan perdarahan. Bila diperlukan, dokter juga akan memberikan suplemen zat besi atau transfusi darah.