Sampai akhirnya, posisi karung emas tersebut bergeser sedikit karena anak Ratu Shima paling disayang, Pangeran Narayana, tak sengaja menyentuhnya. Pada titik ini, Ratu Shima langsung mengeluarkan aturan tegas, yakni hukuman mati.
Singkat cerita, putusan hukuman mati berubah jadi pemotongan kaki. Sebab, kakinya dianggap bersalah karena menggeser karung emas. Alhasil, kaki Narayana pun dipotong sebagai hukuman.
Hidup Ratu Shima sendiri berakhir pada 695 Masehi. Sementara Kerajaan Kalingga runtuh pada tahun 752 M. Ketika situasi ini terjadi, Islam di Jazirah Arab sudah berkembang pesat. Sejarah mencatat di Arab sudah memasuki era Bani Umayyah yang eksis dari tahun 661-750 Masehi
Artikel Terkait
Gubernur Melki Laka Lena Optimis Program MENTARI Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi NTT
Gubernur NTT, Melki Laka Lena Resmikan Koperasi Merah Putih Pertama di Indonesia
Proyek 32 Miliar di Manggarai Timur dari Dipa Sakter Tidak Bayar Upah Pekerja, Kuasa Direktur Beny Potje Resmi Dipanggil polisi
KADIN Indonesia Siap Bangun 1.000 Satuan Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG)
Polres Matim Buka layanan Hotline 110 Guna Berikan Layanan Maksimal Bagi Pemudik
Terjaring OTT Dana BOS, Kejaksaan Sita Rp315 Juta Dua Pejabat Ditahan
Makna Tradisi Mandok Hata Suku Batak di Malam Tahun Baru yang Membuat Kecerdasan Berbicara Mereka di Atas Rata-rata
Pernah Dijadikan Lokasi Film Hollywood, Berikut Destinasi Wisata Indonesia Tempat Liburan Pesohor Dunia
Tak Usah Blokir, Ini Cara Agar Orang Lain Tidak Bisa Chat WhatsApp
Sempat Tertinggal, Barcelona Berhasil Comeback Raih Kemenangan Telak