Sementara kasus deepfake yang paling menonjol ditangani Bareskrim Polri yaitu penyebaran data palsu seolah-olah Menkeu Sri Mulyani (waktu itu) menjanjikan hadiah kepada masyarakat.
CEO Imajik Group Brillian Fariandi setuju dengan sikap pemerintah mewaspadai pertumbuhan dan penggunaan AI.
Tapi ia mengingatkan agar kewaspadaan tidak membatasi pertumbuhan penggunaan AI, karena terbukti memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat.
Artikel Terkait
Otto Hasibuan Bingung : Polri Dibenci, Tapi Calon Polisi Justru Membludak dan Rela Bayar Mahal
Santosa Kadiman di-LP di Bareskrim Polri, klaim 40 ha fiktif Sejak Awal PPJB Januari 2014