Margareta menegaskan bahwa seluruh elemen PMKRI Ruteng telah bekerja keras mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan sehingga optimistis mampu menyelenggarakan forum nasional itu secara sukses dan berkesan.
"Dengan kesiapan yang sudah matang, PMKRI Cabang Ruteng optimis dapat menyelenggarakan forum ini secara lancar dan bermakna. Kami siap menyambut seluruh kader PMKRI dari Sabang sampai Merauke. Mari datang ke Ruteng, berdiskusi, dan merumuskan bersama masa depan Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pengurus Pusat PMKRI Santo Thomas Aquinas periode 2024-2026 telah berkomitmen menghadirkan sejumlah pembicara nasional yang akan mengisi berbagai forum ilmiah selama pelaksanaan kongres.
"Kehadiran para tokoh nasional tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam membahas berbagai isu pembangunan bangsa," ungkap Margareta.
Rangkaian kegiatan Kongres dan MPA nantinya tidak hanya berisi sidang-sidang organisasi, tetapi juga akan diwarnai dengan diskusi publik dan stadium general yang menghadirkan pemikir, akademisi, praktisi, serta tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kongres dan MPA PMKRI 2026, Irenius Asin, menjelaskan bahwa panitia berkomitmen menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, prinsip keberlanjutan lingkungan dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu perhatian utama panitia dalam setiap tahapan persiapan maupun pelaksanaan kegiatan.
"Kami ingin kegiatan ini memberi dampak yang positif, baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat Manggarai," kata Irenius.
Ia menegaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah yang dirancang agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat bergerak selama pelaksanaan kegiatan.
"Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan memberikan manfaat bagi sektor jasa, perdagangan, transportasi, hingga pelaku usaha kecil dan menengah yang ada di Kabupaten Manggarai," tuturnya.
Di sisi lain, panitia juga memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan aspek ramah lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap daerah yang menjadi tuan rumah.
Irenius menjelaskan bahwa Kongres dan MPA PMKRI 2026 mengusung tema besar "Mempertegas Arah Pembangunan Nasional Menuju Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan."
Tema tersebut, ungkap Iren, lahir dari refleksi panjang panitia terhadap berbagai dinamika pembangunan yang sedang dihadapi Indonesia, termasuk berbagai tantangan yang masih dirasakan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Musnahkan Barang Palsu dari Kasus Pencucian Uang PT Asabri
Artikel Terkait
Pengakuan SPPG Surabaya usai Viral Kasus Dugaan Keracunan Massal Menu MBG, Total 200 Siswa Diduga Jadi Korban
Daerah Mana Paling Berkembang di NTT? Ini Daftar yang Sedang Jadi Sorotan
Bank NTT Sumbang Pembangunan Pastoran Paroki Cancar
Kronologi Kecelakaan Mobil MBG yang Tabrak Lapak Pedagang Tahu Krispi di Bekasi, Sopir Diduga Banting Setir karena Kaget
Jarang Disadari! Ini Manfaat Olahraga Sore untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran
Ultah ke-21 Tanpa Gemerlap: Putri Betty Padeng Pilih Berbagi dengan ODGJ dan Lansia