Idenusantara.com-Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali, menghadiri kegiatan peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-92 yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, pada Selasa, 15 April 2025.
Diketahui, acara Harsiarnas mengusung tema “Siaran Berkualitas Wujudkan Indonesia Emas” bertempat di Art Centre Denpasar, Bali.
Baca Juga: Terima Santunan Dari Bawaslu Ende, Istri Almarhum PKD Kota Baru Menangis; Terimakasih Bawaslu
Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, Rektor Perguruan Tinggi di Bali, mahasiswa, dan siswa - siswi SMA.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menegaskan bahwa peran lembaga penyiaran sangat penting dalam membangun literasi politik masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari upaya menuju Pemilu yang lebih cerdas dan berintegritas.
“Lembaga penyiaran sebagai mitra strategis dalam membangun budaya politik yang sehat. Siaran yang informatif, edukatif, dan netral adalah fondasi bagi tumbuhnya kesadaran politik warga,” ujar Suguna, panggilan akrab Ketua Bawaslu Bali
Baca Juga: Rayakan HUT Ke 16 Bawaslu RI; Bawaslu Ende Gelar Apel Pencanangan
Ketua Bawaslu Provinsi Bali itu juga menyampaikan bahwa media penyiaran memiliki kekuatan dalam membentuk opini publik.
Karena itu, Suguna melanjutkan, tanggung jawab moral penyiaran harus diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi dan menumbuhkan sikap kritis, terutama menjelang Pemilu dan Pilkada Tahun 2029.
"Lembaga penyiaran tidak hanya sekedar untuk menayangkan konten-konten hiburan, tetapi harus juga memuat konten-konten dalam hal untuk mencerdaskan bangsa," ungkapnya
sebagai bagian dari mitra, Suguna juga menambahkan bahwa Bawaslu Bali selalu mendukung penuh program-program sinergis seperti lomba video edukatif bertema lingkungan yang digaungkan dalam peringatan Harsiarnas.
Baca Juga: Terima Santunan Dari Bawaslu Ende, Istri Almarhum PKD Kota Baru Menangis; Terimakasih Bawaslu
Suguna juga menilai bahwa pendekatan kreatif seperti ini menjadi jalan masuk yang efektif untuk membangun kesadaran politik dan sosial di kalangan generasi muda.
“Kami melihat pentingnya mengintegrasikan pesan kepemiluan, termasuk soal pengawasan partisipatif dan netralitas ASN, dalam narasi penyiaran yang relevan dan mudah dipahami masyarakat,” tutup Suguna