Sang "Eksekutor" Lintas Rezim: Membedah Posisi Sentral Bahlil Lahadalia di Pusaran Kekuasaan

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Rabu, 7 Januari 2026 | 12:18 WIB
Jejak Bahlil di Kepemerintahan (Foto:Ilustrasi LM)
Jejak Bahlil di Kepemerintahan (Foto:Ilustrasi LM)

Raja Jawa & Konflik Kepentingan: Ucapannya soal "Jangan main-main dengan Raja Jawa" adalah sinyal terbuka kepada musuh politik Jokowi. Di sisi lain, investigasi media (seperti Tempo) sering menyoroti dugaan perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengannya mendapat "karpet merah" di sektor tambang nikel.

Kasus "Upeti" Izin Tambang: Sempat ramai isu dugaan permintaan "fee" untuk menghidupkan kembali izin tambang yang dicabut. Meski dibantah, isu ini memperkuat citra bahwa kekuasaan perizinan di tangannya sangat transactional.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Makna Persatuan dan Gubernur Melki Tekankan Refleksi Sosial bagi pembangunan daerah Dalam Perayaan Natal Nasional

4. Kesimpulan: Aset atau Beban?

Di mata publik dan pengamat hukum, Bahlil mungkin dilihat sebagai simbol kemunduran etika pejabat publik (konflik kepentingan, etika akademik).
Namun, di mata Presiden (Jokowi & Prabowo), Bahlil adalah aset tak ternilai.

Kenapa? Karena dia:
Pencari Dana (Fundraiser): Lewat kendali atas tambang dan investasi.
Pengendali Partai: Memegang Golkar berarti mengamankan stabilitas parlemen.
Bemper Politik: Siap disalahkan demi melindungi "Bos Besar".

Selama politik Indonesia masih transaksional dan butuh "dana taktis" dari sumber daya alam, orang seperti Bahlil akan selalu mendapat panggung utama.

Dia bukan sekadar menteri, dia adalah "kasir" dan "jenderal lapangan" untuk urusan logistik politik.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB
X