Jurnalis Juga Buruh, Di Balik Headline Ada Tinta yang Lelah

photo author
REDAKSI, Ide Nusantara
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:47 WIB
Jhi Serlenso, Jurnalis Idenusantara.com
Jhi Serlenso, Jurnalis Idenusantara.com

Untuk Publik:

Berhentilah bilang “berita gratis kok”. Tidak ada berita gratis. Yang ada, jurnalis yang tidak dibayar.Berlangganan media kredibel, hargai karya jurnalistik, dan tolak info hoax. Karena jika semua media mati, yang tersisa hanya buzzer dan influencer bayaran.

Tinta Juga Bisa Lelah

Jurnalis bukan malaikat. Mereka buruh. Mereka punya cicilan, punya anak yang demam, punya rasa takut saat meliput kerusuhan.

Kemerdekaan pers tidak akan lahir dari ruang redaksi yang lapar.Kualitas demokrasi berbanding lurus dengan seberapa sejahtera jurnalisnya.

Jadi, setiap 1 Mei, jika Anda merayakan Hari Buruh, titipkan juga satu doa untuk mereka: orang-orang yang menulis berita tentang buruh, tapi lupa menulis berita tentang dirinya sendiri.

Karena di balik setiap headline yang Anda baca pagi ini, ada tinta yang lelah. Dan tinta itu, juga butuh keadilan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB
X