opini

Masih Adakah Polisi Yang Dermawan di Negeri Ini?

Selasa, 15 April 2025 | 17:19 WIB
Bripka Hery saat berkunjung ke kediaman ibu Sebina Selo(80) di Wolokolo, Kelurahan Kota Ndora-Manggarai Timur (Foto: Dokpri Bripka Hery)

Polisi yang mengayomi, melindungi, melayani serta menegakkan hukum dalam masyarakat masih jadi dambaan kita masyarakat Indonesia.
Apakah masih ada anggota Polri yang ideal, yang berlaku seperti Bhayangkara Sejati? Ada!

Warga mengenalnya sebagai Polisi Hery Tena. Polisi Hery Tena saat ini bekerja di Polres Manggarai Timur-NTT.Dia seperti oase di padang pasir bagi institusi Polri. Masuk Polisi tahun 2007. Baru saja Kembali dari Papua untuk tugas sebagai tenaga Kesehatan sebagai satgas Bantuan Kesehatan Operasi damai Cartenz.

 

Bripka Hery saat mengunjungi Esilia Mis janda miskin di Munting

Bujangan ini adalah anak kedua dari 4 bersaudara yang lahir di Kupang pada 23 Agustus 1988 silam, dari pasangan Arnoldus Tena dan Karolina Kadu, pasangan asal Ngada, Flores.

Kerap kali Polisi Hery korbankan gajinya untuk membantu orang yang kesusahan. Sering membantu keluarga tak mampu talangi pembayaran ke PLN agar rumah mereka dipasangi meteran sehingga bisa nikmati aliran listrik.

Banyak orang lumpuh yang mendapat bantuan kursi roda yang dibeli dari gajinya sebagai Polisi. Orang jompo yang terlantar, orang cacat yang terpinggirkan, terutama yang berada dipedalaman, akan didatanginya. Tak peduli harus menempuh perjalanan hingga berjam-jam dengan medan tak bersahabat.

Saking seringnya Polisi Hery membantu orang, Ketika ada informasi orang yang kesusahan, butuh uluran tangan orang lain, maka yang dihubungi adalah Polisi Hery. Karena dengan segenap upaya, dia akan mencari jalan keluarnya.

Pemuda Katolik yang taat ini, adalah seorang Bhayangkra sejati dalam pandangan orang Manggarai Timur. Dia benar mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat. Beberapa berseloroh, jika Polisi Hery lebih cocok jadi Pastor saja. 

Baca Juga: Kemensos dan Kementerian PANRB Rumuskan Tata Kelola Sekolah Rakyat dan Status Guru

Warga kampung Mbuga desa Bamo Kecamatan kota Komba, Elisabeth Jaok , yang menderita kebutaan, tak dapat melihat sehingga putus sekolah sejak lama, sudah bisa mengakses pengobatan dan beberapa bantuan dari pemerintah, setelah sebuah “sentuhan” Polisi Hery, fasiitasi mereka untuk lakukan perekaman KTP dan Kartu Keluarga.

Ayah Elisabeth, Agustinus Geong yang membesarkan Elisabeth bersama 3 saudaranya sendirian sejak ibunya meninggal beberapa waktu lalu, tak berhenti ucapkan terima kasih Ketika mendapat kunjungan dari Polisi Hery Bersama seorang rekannya Bintara Pembina Desa setempat.

Seorang Janda sebatang kara ibu Maria Nida, yang hidup di sebuah gubuk kecil berukuran 3x4 m di dusun Terong desa Rengkam kecamatan Lambaleda Timur tidak lagi melewati malam -malam gelap seperti sebelumnya setelah PLN memasang sebuah Meteran listrik di gubuknya itu pada Desember tahun lalu.

Polisi Hery merelakan sebagian gajinya untuk pemasagan meteran itu. Kemudian berhasil pula adakan pendekatan kepada pihak PLN, sampaikan kondisi ekonomi ibu Maria, sehingga ibu Maria menjadi pelanggan gratis dari PLN untuk seumur hidup. Ibu Maria terus menangis haru, apalagi itu merupakan momen pertama kali dalam hidupnya rayakan Natal tidak dalam gulita.

Kondisi yang sama dialami juga oleh seorang janda ibu Martha Idut asal dusun Marukure Desa Lembur Kecamatan Kota Komba. Martha Idut yang hidup sendirian sejak ditinggal anaknya merantau 15 tahun lalu, rumahnya diterangi meteran listrik atas upaya Polisi Hery Tena.

Halaman:

Tags

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB