opini

Polwan Polres Manggarai: Pilar Empati dan Dedikasi di Tengah Keterbatasan

Selasa, 1 Juli 2025 | 07:48 WIB
Jajaran Unit PPA Polres Manggarai

Kapolres lebih lanjut menguraikan bahwa kegunaan utama Polwan adalah untuk menciptakan rasa nyaman dan aman bagi individu yang berhadapan dengan masalah kekerasan, terutama terhadap perempuan dan anak-anak.

Mengenai stigma yang mungkin menomorduakan perempuan, khususnya Polwan, AKBP Hendry Syaputra menepisnya dengan tegas.

"Di kepolisian tidak ada nomor dua, semua sama. Diberikan porsi yang sama. Jenjang karir juga sama. Semua punya kesempatan sama. Tidak ada dibeda-bedakan." Pernyataan ini mencerminkan komitmen kuat Polri terhadap kesetaraan kesempatan dan profesionalisme bagi seluruh anggotanya, tanpa memandang gender.

Meskipun belum ada strategi khusus yang diterapkan secara formal saat ini di Polres Manggarai, AKBP Hendry sedang dalam tahap menganalisis dan mengumpulkan informasi mengenai kekuatan Polwan yang dimiliki.

Dirinya menegaskan komitmen untuk selalu berupaya agar Polwan disertakan dalam menentukan langkah-langkah kepolisian guna menjawab tantangan dan mengatasi isu kekerasan terhadap perempuan dan anak secara efektif dan komprehensif.

AKBP Hendry Syaputra menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi untuk kerja keras Polwan selama ini dalam penanganan kasus KTP/A. Beliau juga memberikan kesan dan pesan bahwa Polwan di Polres Manggarai adalah perempuan-perempuan terpilih yang memiliki kehormatan untuk mengabdi kepada Manggarai.

Dirinya berharap besar agar seluruh masyarakat, khususnya perempuan, menjadikan Polwan sebagai teladan dan contoh bagaimana seharusnya perempuan bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan, terutama dalam pengendalian isu-isu sosial yang krusial di Polres Manggarai.

Polwan Senior: Suara Keseimbangan dan Dedikasi

Aipda Maria Theodora Sidora, Paur Subbag Dalpers Bag SDM Polres Manggarai, yang merupakan salah satu Polwan senior dengan jam terbang tinggi, sangat menekankan bahwa Polwan memiliki pendekatan yang lebih lembut dan empatik.

Kualitas ini, menurutnya, sangat penting dalam penanganan berbagai kasus, termasuk konflik sosial, dan sangat efektif dalam memberikan penyuluhan hukum di sekolah, kampus, dan komunitas, di mana pendekatan persuasif lebih dibutuhkan.

Aipda Maria juga menegaskan prinsip keseimbangan gender dan kesetaraan yang ia rasakan langsung dalam institusi Polri.

"Dalam pelaksanaan tugas, Polwan dan Polki (Polisi laki-laki) itu tidak ada perbedaan, semuanya sama," tegasnya.

Polwan tidak hanya mengurusi administrasi, tetapi juga mampu melaksanakan tugas operasional yang menantang seperti patroli, pengamanan, dan penyelidikan.

Bahkan, mereka kerap berperan sebagai tim negosiator dalam penanganan demonstrasi, menunjukkan kemampuan adaptasi dan profesionalisme yang tinggi.

Dari Sudut Pandang Polisi Laki-laki: Apresiasi dan Kolaborasi

Halaman:

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB