opini

Polwan Polres Manggarai: Pilar Empati dan Dedikasi di Tengah Keterbatasan

Selasa, 1 Juli 2025 | 07:48 WIB
Jajaran Unit PPA Polres Manggarai

Polwan Polres Manggarai menjalin sinergi erat dengan fungsi kepolisian lainnya, seperti Bhabinkamtibmas untuk sosialisasi di tingkat masyarakat dan meneruskan panggilan ke masyarakat, serta fungsi Intelkam dalam penyelidikan kasus.

Kerja sama internal ini penting agar masyarakat memahami bahwa penanganan kasus memerlukan proses dan tidak bisa main hakim sendiri.

Selain itu, mereka bekerja sama intens dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan pekerja sosial (Peksos), memastikan korban mendapatkan pendampingan holistik selama proses hukum, konseling, dan pemulihan trauma sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Kolaborasi dengan mitra eksternal, baik pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM), sangat membantu upaya penanganan kasus di lapangan.

Brigpol Priska Wea menyatakan kehadiran mitra sangat membantu dalam menyediakan psikolog untuk korban, memastikan pemulihan trauma dapat dilakukan secara komprehensif dan terpadu.

Edukasi dan Pencegahan sebagai Investasi Masa Depan

Meskipun fokus utama Unit PPA adalah penegakan supremasi hukum, mereka juga aktif berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan edukasi di masyarakat, menyadari bahwa pencegahan adalah kunci untuk memutus mata rantai kekerasan.

Sosialisasi tentang UU TPKS dan program anti-bullying secara rutin dilakukan di sekolah-sekolah, terutama menyasar pelajar SD, SMP, dan SMA, mengingat mayoritas korban KTP/A adalah anak usia sekolah.

Kegiatan ini, meskipun terkendala anggaran dan bukan program rutin, dilaksanakan pagi hari sebelum jam pelajaran dimulai untuk memaksimalkan partisipasi.

Dalam sosialisasi ini, Polwan diutamakan sebagai pembicara untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada anak-anak, menunjukkan bahwa perempuan juga mampu berkarya dan berdaya, sekaligus menanamkan pemahaman tentang hak-hak mereka dan pentingnya melaporkan kekerasan yang dialami.

Semangat dan Kecintaan di Tengah Keterbatasan: Bentuk Pengabdian Sejati Polwan Unit PPA

Di balik semua kontribusi nyata dan dedikasi tinggi, Polwan Polres Manggarai tidak luput dari tantangan operasional yang kompleks, yang kerap menguras energi, waktu, dan bahkan menguji semangat mereka.

Topografi wilayah Manggarai yang menantang dengan medan yang sulit dijangkau seringkali menyulitkan pengiriman surat panggilan atau upaya menjangkau lokasi kejadian di pelosok desa.

Faktor ekonomi korban juga menjadi kendala signifikan, di mana keterbatasan finansial seringkali menghambat kehadiran mereka saat dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan, bahkan untuk sekadar transportasi.

Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana operasional juga menjadi hambatan yang nyata dan sehari-hari: Unit PPA yang idealnya memiliki tiga ruangan terpisah (ruangan pemeriksaan yang privat, ruangan istirahat/bermain anak yang nyaman, dan ruangan konseling) saat ini hanya memiliki satu ruangan multiguna yang sangat membatasi privasi dan kenyamanan korban.

Halaman:

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB