Melihat kompleksitas dan potensi peningkatan kasus yang melibatkan perempuan dan anak, harapan untuk masa depan penanganan KTP/A di Manggarai dan seluruh NTT sangat jelas.
Kanit PPA Polres Manggarai, Aipda Antonius Habun, memiliki harapan besar terhadap penguatan unitnya.
"Kami berharap jumlah anggota Polwan untuk Unit PPA Polres Manggarai dapat diperkuat dan ditambah," ujarnya.
Beliau juga berharap agar penekanan Mabes Polri terkait Kanit PPA yang wajib Polwan dapat segera terwujud di Polres Manggarai, demi peningkatan kualitas penanganan.
Selain itu, dukungan sarana dan prasarana yang memadai juga krusial untuk efektivitas kerja.
"Minimal PPA itu harus memiliki tiga ruangan terpisah: ruangan pemeriksaan, ruangan istirahat atau bermain anak, dan ruangan konseling," tambahnya, menyoroti urgensi pemenuhan fasilitas yang lebih layak untuk menjaga privasi dan kenyamanan korban.
Selain penambahan jumlah anggota Polwan dan dukungan sarana prasarana yang memadai seperti yang disampaikan Kanit PPA, Brigpol Priska Wea juga berharap adanya sistem pelayanan yang terpadu dan cepat tanggap, serta ketersediaan psikolog atau psikiater di Manggarai.
Ini tidak hanya penting untuk pemulihan korban tetapi juga bagi kesehatan mental Polwan sendiri.
Selain itu, rasa kepedulian yang sama dari Polres secara institusional dan masyarakat secara luas sangat diharapkan agar setiap korban kekerasan dapat dibantu dan dipulihkan sepenuhnya, tidak hanya dari aspek hukum tetapi juga psikososial.
Peningkatan pelatihan khusus bagi Polwan di bidang penanganan trauma dan psikologi korban, penguatan kapasitas Unit PPA dengan fasilitas yang lebih memadai, serta kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat Manggarai, akan semakin memperkuat peran Polwan.
Dengan sinergi yang berkelanjutan ini, Polwan Polres Manggarai akan terus menjadi pilar penting dalam mewujudkan keamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi perempuan dan anak.
Peran mereka bukan hanya sebuah tugas yang dibebankan, melainkan sebuah pengabdian nyata dan tulus yang membawa Manggarai selangkah lebih dekat menuju Indonesia Emas 2045 yang berkeadilan dan bermartabat, selaras dengan semangat Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79 di tahun 2025 dengan tema "Polri untuk Masyarakat."
Ini adalah wujud konkret dari komitmen Polri dalam melayani, mengayomi, dan melindungi seluruh lapisan masyarakat dengan hati nurani.