Saya sangat optimis, bahwa jika segala jenis kegiatan produksi masyarakat berjalan dan dikembangkan secara optimal maka saya yakin bahwa kesejahteraan sosial bagi seluruh Indonesia benar-benar nyata di bumi pertiwi yang kita cintai ini.
Kondisi ideal itu bukanlah mimpi yang tidak mungkin terwujud, sebab melihat Indonesia hari ini baik masyarakatnya dan lembaga negaranya dengan segala sistem penyelenggaran pemerintahan dan pelayanan publik telah mengalami transformasi yang luar biasa.
Namun, tata kelola dan pertanggungjawaban keuangan dan sumberdaya alamnya masih perlu dioptimalkan lagi. Saya mengapresiasi pemerintah pusat yang mampu meningkatkan pendapatan atau peneriman negara lewat fiskal.
Keberhasilan lainnya adalah pemberlakuan pelarangan impor beberapa mineral hasil tambang, nikel, bauksit dan lainnya yang kabarnya akan menyusul. Pelarangan impor tersebut untuk tujuan hilirisasi atau pemurnian dan pengolahan di dalam negeri.
Muara pelarangan impor tersebut adalah untuk melipatgandakan pendapatan negara. Pendapatan negara yang meningkat drastis adalah kegembiraan bagi bangsa ini di tengah kondisi ekonomi global. Seperti oasis di tengah gurun pasir.
Kita patut mengapresiasi keberhasilan itu secara proporsional. Artinya, jangan sampai tenggelam dalam uforia dengan keadaan “surplus” hari ini, sebab apa artinyan suRplus hari ini namun paceklik di hari besok. Adalah lebih bijak jika modal yang telah berhasil dilipatgandakan didistribusi untuk menghidupkan dan mengoptimalkan sektor riil yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Mengingat sumber dayam alam berupa mineral dan batu bara (minerba) ada batasnya (nonrenewable resources), tetapai kegiatan ekonomi rakyat akan tetap terselenggara selama negara dan bangsa ini tetap eksis. Kalau tata-kelola sumber daya alam (sda), sumber daya manusia (sdm) dan juga kesempatan (waktu) dimanfaat dengan sebaik-baiknya maka Indonesia akan benar-benar menjadi oasis di tengah padang gurun (dunia).
Akhirnya saya ingin menceritakan mimpi indah saya yang singkat: betapa indahnya, saya melihat bahwa seluruh permukaan tanah ditumbuhi tanaman yang bernilai, kandang-kandang terisi penuh oleh ternak yang tambun, sedangkan kolam dan parit berlimpah ikan dengan berbagai jenis.
Sungguh, pemandangan yang indah. Sementara itu, di pesisir pantai, para nelayan sibuk mengangkut ikan hasil tangkapan dengan senyum puas, langkah penuh gairah. Riuh-ramai para pedagang menawarkan jualannya di pasar. Sungguh suasana yang indah***
****Penulis: Yan Manu (Pengamat Sosial Politik berkedudukan di Kupang NTT)