OPINI-IDENUSANTARA.COM-Menyikapi berbagai perkembangan informasi lewat media massa cetak, elektronik dan online, yakni informasi mengenai perkembangan politik dan ekonomi global yang makin mengkhawatirkan karena dipicu oleh perang berkepanjangan antara rusia dan ukraina yang telah menyebabkan inflasi diberbagai negara.
Krisis energi juga pangan yang teRparah telah dialami negara-negara eropa. Kemudian, dikhawatirkan dapat saja berdampak buruk bagi stabilitas ekonomi nasional. Apalagi krisis yang dipicu perang tersebut telah menyerang dan menggoyahkan sendi-sendi perekonomian negara-negara besar di Eropa juga Amerika yang menjadi mintra dagang Indonesia sebagai negara tujuan ekspor hasil bumi nusantara berupa hasil tambang, pertanian, dll.
Dalam konteks hubungan kerja sama Indonesia dengan negara-negara tersebut, baik dalam hal perdagangan, ekonomi, pertahanan dan lainnya, menyebabkan dampak dari krisis global akan lebih terasa di dalam negeri. Sedangkan beban krisis di dalam negeri akibat krisis global itu akan sangat tergantung pada eskalasi dan varian sektor yang terdampak dari krisis ekonomi global tersebut.
Sebenarnya semua negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia , kondisi ekonomi dalam negerinya akan sangat tergantung dengan kondisi regional maupun global. Pengaruh luar menjadi penentu fluktuasi ekonomi dalam negeri karena adanya hubungan kerja sama di sektor-sektor yang berhubungan dengan stabilitas ekonomi.
Tidak jarang gesekan geopolitik pun bisa menjadi faktor eksternal yang melemahkan ekonomi dalam negeri. Kondisi yang akut dalam hubungan dengan geopolitik adalah ketika negara-negara yang bertikai sampai pada level memberlakukan embargo dan pengerahan kekuatan militer sehingga mengganggu kegiatan ekspor-impor sebagai sumber devisa dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
Krisis yang ditimbulkan dari perang rusia-ukraina telah menjadi bukti nyata. Konflik itu telah menghisap banyak negara yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan perang itu ke pusaran krisis ekonomi.
Jejak krisis ekonomi dan politik Indonesia
Untuk dapat melihat lebih dalam dengan waktu yang singkat tentang krisis ekonomi dan politik yang melanda Indonesia dan dampaknya, kita harus memulai dengan pertanyaan-pertanyaan sbb.:
***Seberapa parah dampak krisis gobal terhadap ekonomi nasional?
Akankah krisis itu melumpuhkan sektor riil dalam negeri? Seberapa jauh kemampuan dan energi yang dimilki pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi? Apa yang terjadi dengan ekonomi Indonesia memasuki tahun politik?
***Seberapa jauh pemerintah dapat menjamin ketahanan pangan nasional dari ancaman krisis?
***Apa yang harus kita lakukan sebagai masyarakat kecil agar kita terhindar dari dampak krisis?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, beberapa catatan dapat dilihat sebagai rujukan, bahwa krisis yang sempat melanda Indonesia pada tahun-tahun silam, yakni di tahun 2008, 2013 dan bahkan tahun-tahun mendung pekat akibat pandemi covid-19.
Masa-masa itu, ekonomi Indonesia mengalami krisis dengan indikator melemahnya kurs Rupiah, ihsg (indeks harga saham gabungan), neraca perdagangan, neraca tahun bejalan yang dalam tren menurun. Krisis-krisis tersebut memaksa pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk mengendalikan tekanan terhadap sektor keuangan, perdagangan dan terutama menghindarkan kelumpuhan sektor riil dan menjaga daya beli masyarakat tetap teRpelihara. Semua upaya dan energi yang dikerahkan pemerintah bertujuan untuk memulihkan stabilitas ekonomi nasional.