Idenusantara.com - Gubernur NTB Zulkieflimansyah terus berupaya memperjuangkan harapan masyarakat di Kawasan Mandalika dan Gili Trawangan.
Komunikasi dan koordinasi yang telah dibangun dengan pihak kementerian dan lembaga memberikan angin segar bagi permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Mandalika dan Gili Trawangan.
Gubernur Zulkieflimansyah meyakini persoalan lahan masyarakat di Mandalika perlu kesabaran menyelesaikannya dengan tuntas. Karena masyarakat menginginkan transparansi kepada pihak ITDC terkait data-data penyelesaian lahan masyarakat di kawasan Mandalika.
Baca Juga: Sekda NTB Hadiri Pengukuhan Pengurus Provinsi Kick Boxing NTB periode 2021-2025
"Alhamdulillah kementerian BUMN bisa memahami dan sedang mempersiapkan teknisnya. Sehingga ITDC bisa secara transparan memberikan informasi yg lengkap sesuai yang di inginkan masyarakat," ujar Zulkieflimansyah di Jakarta, Senin (30/01/2023).
Pada kesempatan yang berbeda, Gubernur Zulkieflimansyah juga bertemu dengan Asisten Deputi Bidang Hukum Korporasi Kementerian BUMN, Rini Widyastuti dan Asisten Deputi Bidang Jasa Pariwisata dan Pendukung Kementerian BUMN, Endra Gunawan.
Keduanya merupakan yang menggawangi persolan hukum di Kementerian BUMN untuk memberikan izin kepada ITDC untuk membuka data secara terbuka kepada masyarakat. Sehingga masalah ini tidak liar kemana-mana.
Baca Juga: Kadis Dikbud NTB Sebut Hasil SP2020 BPS sejalan Ikhtiar memajukan Pendidikan di NTB
"Alhamdulillah minggu depan Insya Allah mbak Rini dan Mas Hendra akan datang ke Lombok mendampingi ITDC untuk mebuka data kepada masyarakat yang masih merasa ada ganjalan, sehingga mudah-mudahan nanti akan bagus untuk ITDC dan kita juga legowo di NTB, sehingga daerah kita benar-benar aman dan nyaman untuk investasi dan berbagai kegiatan ekonomi dan kemasyarakatan," ungkapnyan
Begitu juga dengan persoalan Gili Trawangan juga sama, Zulkieflimansyah mengatakan masih ada tersisa masalah. Hal itu juga bisa diselesaikan dengan komunikasi dan dialog yang baik antara masyarakat dan investor yang ada di kawasan Gili Trawangan.
"Intinya luruskan niat dan jangan tergoda uuntuk main-main. Kalau ada staf kami yg masuk angin atau tergoda utk main,.kami akan tegur, kami beri sangsi bahkan bisa kami berhentikan dari posisi nya. Simple saja," tegasnya.
Baca Juga: BPS NTB Sebut Taraf Pendidikan Antar Generasi di NTB Terus Meningkat
Lebih lanjut, Zulkieflimansyah mengatakan, dibutuhkan kesabaran luar biasa dalam menyikapi persoalan tanah dan lahan.
"Asalkan tidak ada yang mencoba bermain-main untuk kepentingan personal atau kelompok, karena kepentingan masyarakatlah yang paling utama," katanya.