Idenusantara.com - Pemerintah Provinsi NTB melalui Kepala Dinas Kominfotik NTB Najamuddin Amy menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat menerima pesan whatsapp yang berisi permintaan menginstal aplikasi undangan pernikahan.
"Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan tidak mengklik sembarang link serta menginstal sembarang aplikasi," ungkapnya.
Najamuddin menjelaskan, modus penipuan baru ini yang marak terjadi ialah permintaan untuk meng-install aplikasi undangan pernikahan melalui whatsapp.
Baca Juga: Pemprov NTB Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dari GJI NTB
Saat menjalankan aksinya, pelaku berpura-pura sebagai pihak pengirim undangan dengan mengirimkan file ekstensi APK, disertai foto undangan pernikahan kepada korban.
Korban kemudian diminta untuk mengeklik dan meng-install aplikasi tersebut. Selanjutnya, korban harus menyetujui hak akses (permission) terhadap beberapa aplikasi sehingga dari sana data pribadi yang bersifat rahasia dalam handphone korban bisa dicuri oleh pelaku.
Data yang dicuri pun bisa sangat beragam, berupa data yang bersifat pribadi bahkan berbagai informasi yang masuk melalui SMS, termasuk data perbankan yang bersifat rahasia. Seperti OTP (One Time Password) dan data lainnya.
Artikel Terkait
Ongkos Mahal, Siswa SMP di Pulau Ende Sering Jalan Kaki Ke Sekolah; Warga Minta Pemda Hadirkan Bus Sekolah
Legal; Ritme Flores Terus Berpacu Memenuhi Tuntutan Dewan Pers
Bantuan Ternak Babi Untuk Kelompok Tani di Ende Mati Sia-Sia
Jadi Narasumber pada Dialog Program Tahun Pastoral Ekonomi Berkelanjutan 2023, Begini Pesan Bupati Edi Endi
Pemprov NTB Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dari GJI NTB