Ia menekankan bahwa akreditasi merupakan bentuk pertanggungjawaban institusi kepada publik.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan dari FKIP, khususnya dari PBSI, memiliki kualitas yang kompetitif dan siap berkontribusi di masyarakat. Prodi PBSI telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai aspek, dan saya yakin hasilnya akan sebanding dengan usaha yang telah dilakukan,” kata Dr. Yohanes.
Diketahui, Asesmen ini juga melibatkan mahasiswa aktif, alumni, dan mitra kerja prodi, yang akan hadir dalam sesi wawancara dan diskusi bersama asesor untuk memberikan perspektif nyata tentang dampak dan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Dengan semangat kolaborasi dan budaya mutu yang kuat, seluruh civitas akademika Prodi PBSI berharap proses reakreditasi ini dapat menghasilkan capaian terbaik menjadi dasar untuk terus bergerak maju menuju status Akreditasi Unggul, serta memperkuat posisi Unika St. Paulus Ruteng sebagai institusi pendidikan tinggi yang terpercaya dan relevan di tingkat lokal maupun nasional.*
Artikel Terkait
Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Ende Polda NTT Gelar Bakti Sosial Bersihkan Tempat Ibadah
Gubernur NTT Memimpin Lansung Upacara Penyerahan SK bagi 258 ASN dan 1380 CPNS
Polres Manggarai Barat Limpahkan Berkas Perkara Modus Pecah Kaca Ke Kejari Mabar
Prabowo Serukan Semangat Kolaborasi Global dari Jakarta: Infrastruktur Hijau Jadi Kunci Masa Depan Indonesia
Prabowo Tegaskan Pemerintah Siap Jadi Mitra Aktif Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur
Prabowo Luncurkan Mega Proyek Tanggul Laut Utara Jawa: Investasi Jangka Panjang untuk Lindungi Masa Depan
Kontroversi AFC: Tidak Perlu Tunggu Drawing, Ini Lawan Indonesia di Round 4!