Ruteng, Idenusantara.com – Sebuah upaya transformatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Katolik Keuskupan Ruteng telah terselenggara dengan sukses.
Sebanyak 175 pendidik dari berbagai jenjang sekolah berkumpul antusias di STIPAS St. Sirilus Ruteng untuk mengikuti Pelatihan Deep Learning, sebuah program intensif yang dilaksanakan pada 23 hingga 28 Juli 2025.
Inisiatif penting ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Majelis Pendidikan Nasional Katolik (MPNK) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Balai Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTT, yang turut berperan aktif dengan mengirimkan lima Fasilitator Daerah Pembelajaran Mendalam, memastikan setiap peserta mendapatkan bimbingan komprehensif selama pelatihan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Romo Patrik Josaphat Dharsam Guru, Drs. MA, Ketua MPK Keuskupan Ruteng, yang dalam kesempatan ini mewakili Ketua MPNK, Pater Dr. Darmin Mbula, OFM.
Dalam sambutannya, Romo Patrik menyapa hangat seluruh hadirin, termasuk para tutor ahli dari Kemendikdasmen RI, para kepala sekolah, guru-guru Katolik, dan seluruh peserta.
Ia membuka sambutan dengan salam lintas agama, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang memungkinkan pertemuan penting ini terlaksana.
"Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya, kita dapat berkumpul hari ini dalam acara Pembukaan Pelatihan Deep Learning," ujar Romo Patrik penuh semangat, diselingi candaan ringan yang menghangatkan suasana dan membangun antusiasme peserta.
Romo Patrik secara tegas menekankan relevansi tema pelatihan "Dari Ruang Kelas ke Ruang Hati, Dari Hati Pemimpin Tumbuh Deep Learning".
Baginya, pelatihan ini jauh melampaui sekadar aspek teknologi. Kegiatan ini menjadi ajakan tulus untuk memperbarui diri sebagai seorang pendidik, menumbuhkan kepemimpinan berbasis hati.
Ia berpesan agar kepala sekolah memimpin dengan ketulusan dan guru-guru membangun kolaborasi erat, demi terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan dan efektif bagi para siswa.
"Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai titik tolak untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga menyentuh hati, sehingga anak-anak kita tidak hanya pintar, tetapi juga berbudi luhur," pungkas Romo Patrik.
Setelah seremoni pembukaan yang inspiratif, para peserta langsung disuguhi sesi ceramah seharian penuh mengenai Deep Learning, yang disampaikan oleh Prof. Dr. Waras Kamdi, M.Pd., dari Kemendikdasmen.
Profesor Waras membekali para pendidik dengan wawasan mendalam mengenai konsep inti dan implementasi praktis pembelajaran mendalam, menyoroti bagaimana pendekatan ini berpotensi besar mentransformasi proses belajar mengajar secara fundamental.