Dari Ruang Kelas ke Ruang Hati, Pelatihan Deep Learning Dorong Transformasi Pendidikan Katolik di Keuskupan Ruteng

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Rabu, 30 Juli 2025 | 17:03 WIB
Romo Patrik Josaphat Dharsam Guru, saat membawakan sambutan dalam pembukaan kegiatan  Pelatihan Deep Learning
Romo Patrik Josaphat Dharsam Guru, saat membawakan sambutan dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Deep Learning

"Deep Learning bukan hanya tentang menghafal fakta, melainkan bagaimana kita bisa membantu siswa menghubungkan informasi, melihat pola, dan menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks nyata," jelasnya.

Pernyataan ini menginspirasi para pendidik untuk berpikir di luar metode konvensional, menegaskan bahwa kemampuan ini adalah kunci esensial untuk melahirkan lulusan yang adaptif dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Untuk memastikan pemahaman dan aplikasi yang optimal, setelah ceramah, para kepala sekolah dan guru-guru dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil.

Mereka didampingi secara langsung oleh lima Fasilitator Daerah Pembelajaran Mendalam yang dikirim oleh BGTK Provinsi NTT, yang bertugas memberikan bimbingan personal dan intensif melalui diskusi kelompok serta studi kasus yang relevan dengan lingkungan sekolah Katolik.

Rangkaian Komprehensif: Mengembangkan Keterampilan Abad 21 dan Pola Pikir Bertumbuh

Rangkaian kegiatan pelatihan ini dirancang secara komprehensif, bertujuan untuk memperkenalkan dan memperkuat pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) di seluruh sekolah Katolik.

Fokus utamanya mencakup penerapan pola pikir bertumbuh (growth mindset) dalam proses belajar-mengajar, yang sangat penting untuk inovasi berkelanjutan.

Selain itu, pelatihan ini juga menitikberatkan pada peningkatan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif (4C), yang merupakan kompetensi esensial abad ke-21.

Aspek lain yang ditekankan adalah penguatan peran guru sebagai fasilitator dan pembimbing dalam pembelajaran yang bermakna, serta pemanfaatan teknologi dan pendekatan reflektif dalam pembelajaran yang transformatif.

Selama lima hari ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari workshop interaktif, diskusi panel, sesi praktik micro-teaching, analisis studi kasus nyata, refleksi kelas mendalam, hingga penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang aplikatif untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Proses evaluasi formatif dan sumatif juga akan dilakukan secara berkala untuk mengukur pemahaman dan praktik sepanjang pelatihan, memastikan keberhasilan transfer ilmu.

Romo Patrik Josaphat Dharsam Guru juga turut menyoroti betapa krusialnya Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) ini, yang kini secara eksplisit tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025.

Peraturan ini membawa perubahan signifikan dengan menggeser istilah Profil Pelajar Pancasila menjadi Profil Lulusan, yang kini mencakup delapan dimensi krusial.

Romo Patrik dengan tegas menyatakan bahwa Deep Learning adalah kunci utama untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan hati yang mulia, sejalan dengan dimensi-dimensi profil lulusan yang baru ini.

Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada para tutor dari Kemendikdasmen yang telah bersedia berbagi ilmu dan wawasan, menjadi teladan nyata semangat kebersamaan dalam memajukan pendidikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X