BEM FKIP Unika Ruteng Gelar Seminar Inspiratif Jelang Hari Guru Nasional 2025

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Minggu, 23 November 2025 | 09:20 WIB
BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar sebuah seminar ilmiah (Dok. Idenusantara.com/Gordi Jamat)
BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar sebuah seminar ilmiah (Dok. Idenusantara.com/Gordi Jamat)

IDENUSANTARA.COM - Menyongsong peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar sebuah seminar ilmiah bertema "Menginspirasi dengan Hati, Memotivasi dengan Dedikasi, Berinovasi untuk Generasi", Sabtu (22/11/2025), di Aula Gedung Utama Timur kampus tersebut.

Kegiatan ini bukan sekadar momentum seremonial, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguatan kompetensi bagi mahasiswa yang tengah dipersiapkan menjadi pendidik masa depan.

Baca Juga: Hadirkan Tim Teknis Kementerian, Dinas PPO Perkuat Revitalisasi 331 Tenaga Operator Wujudkan Kemajuan Pendidikan di Manggarai Timur

Guru Hebat Lahir dari Proses, Dedikasi, dan Kemampuan Beradaptasi

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Yohanes Mariano Dangku, S.Fil., M.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan guru hebat tidak muncul secara tiba-tiba. 

"Sosok guru lahir melalui proses panjang, tempaan pengalaman, kepekaan hati, serta komitmen untuk mengabdi pada bangsa dan negara," ujar Romo Ino, sapaan akrab Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng. 

Ia menegaskan bahwa guru masa kini berada di tengah arus perubahan yang massif, khususnya perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi digital. 

Karena itu, kata Romo Ino, kemampuan guru untuk beradaptasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak.

"Guru hari ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk godaan yang dapat mengganggu idealisme dan komitmen profesi. Semangat utama sertifikasi guru adalah peningkatan kesejahteraan. Guru yang sejahtera memiliki energi lebih untuk menginspirasi, memotivasi, dan mengedukasi," tegasnya.

Baca Juga: Urgensi Nilai Keagamaan Katolik di Tengah Tantangan Zaman

Romo Ino juga menambahkan bahwa mahasiswa sebagai calon pendidik tidak cukup hanya menguasai teori. 

"Kalian (mahasiswa) sebagai calon pendidik, harus memiliki kapasitas untuk menghadapi tantangan nyata dunia pendidikan, terutama di era di mana teknologi menjadi bagian integral dari proses belajar mengajar.

Ia menyoroti perilaku sebagian mahasiswa yang kurang bijak memanfaatkan media digital. 

Menurutnya, materi dan sharing dalam seminar ini menjadi semacam "pukulan telak" yang mengajak mahasiswa bercermin dan memperbaiki diri.

"Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus terlibat aktif, berpikir kritis, dan berani berinovasi dalam proses pembelajaran," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X