“Ketegasan tetap diperlukan, tetapi harus dilaksanakan dengan cara yang menjaga harga diri peserta didik, bukan mempermalukan atau mematahkan semangat mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa integritas guru tercermin dalam konsistensi antara kata dan perbuatan, sebab karakter tidak cukup diajarkan melalui teori, melainkan ditumbuhkan melalui contoh nyata.
Guru Profesional di Era 5.0: Integritas dan Literasi Digital
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unika Santu Paulus Ruteng, Yohanes Mariano Dangku, S.Fil., M.Pd., menekankan bahwa tantangan guru profesional di era Society 5.0 tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi, tetapi juga keteguhan nilai.
“Sertifikat pendidik yang diraih melalui PPG ini bukan semata-mata syarat mendapatkan tunjangan, tetapi amanat untuk membuktikan profesionalisme di sekolah masing-masing,” tegasnya.
Baca Juga: Unika St. Paulus Ruteng Tekankan PPG Bukan Sekadar Gelar, tapi Pembentukan Guru Profesional
Ia mengingatkan bahwa kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan literasi digital harus diimbangi dengan integritas pribadi agar guru tetap menjadi figur yang dipercaya.
“Guru profesional adalah model dan teladan. Ketika integritas runtuh, maka kepercayaan peserta didik dan orang tua ikut runtuh,” katanya.
Pesan Tegas Wakil Rektor I: Integritas Adalah Martabat Guru
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan bahwa integritas merupakan ukuran utama profesionalisme guru.
“Ketika guru tidak dipercaya oleh peserta didik, maka sebaik apa pun gelar dan sertifikatnya, martabat profesi itu runtuh,” tegas Marselus.
Baca Juga: Polemik Pemekaran Luwu Raya Memanas, Gubernur Sulsel Asik Makan Pizza
Ia menjelaskan bahwa lulusan PPG Unika diharapkan menjadi pribadi yang transformatif, siap berubah mengikuti dinamika pendidikan; kolaboratif, mampu bekerja dengan siapa pun; serta berkarakter, dengan integritas sebagai fondasi utama.
“Tidak ada kata ‘tidak cocok’ dalam kerja profesional. Lulusan Unika harus siap bekerja sama, menjaga integritas, loyal pada tugas, dan memiliki solidaritas terhadap peserta didik,” ujarnya.
Sertifikat Bukan Akhir, Integritas Awal Pengabdian
Artikel Terkait
BEM FKIP Unika Ruteng Gelar Seminar Inspiratif Jelang Hari Guru Nasional 2025
Pesan Mesra hingga Pelecehan Fisik: Begini Kronologi Pemecatan Dosen ILS di Kampus Unika Ruteng
Predikat "Baik Sekali" Disandang Kampus Unika St. Paulus Ruteng: Bukti Mutu Akademik yang Kian Terdepan di NTT
Unika Ruteng Bekali Ribuan Wisudawan untuk Melawan Manipulasi dan Kebodohan Digital
Akreditasi Unggul Terbanyak , Kampus Unika Ruteng Didaulat Sebagai Kampus Berkualitas di NTT
Transformasi Kurikulum Pendidikan Matematika: Langkah Strategis Unika Santu Paulus Ruteng Hadapi Era Digital
Unika St. Paulus Ruteng Tekankan PPG Bukan Sekadar Gelar, tapi Pembentukan Guru Profesional