Rangkaian pengukuhan ditutup dengan ungkapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Yayasan Santu Paulus Ruteng, para dosen, guru pamong, panitia, serta keluarga lulusan PPG.
Baca Juga: Wagub Johni Asadoma Kunjungi Kota Denpasar, Ajak Untuk Rajut Kembali Harmoni Warga NTT – Bali
Pengukuhan ini menegaskan bahwa sertifikat pendidik bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengabdian yang menuntut konsistensi nilai dan integritas dalam praktik pendidikan sehari-hari.
Dengan pesan tegas bahwa profesionalisme guru diukur dari integritas, Unika Santu Paulus Ruteng kembali meneguhkan komitmennya mencetak guru profesional yang tidak hanya cakap mengajar, tetapi juga layak dipercaya, diteladani, dan diandalkan dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia.
Artikel Terkait
BEM FKIP Unika Ruteng Gelar Seminar Inspiratif Jelang Hari Guru Nasional 2025
Pesan Mesra hingga Pelecehan Fisik: Begini Kronologi Pemecatan Dosen ILS di Kampus Unika Ruteng
Predikat "Baik Sekali" Disandang Kampus Unika St. Paulus Ruteng: Bukti Mutu Akademik yang Kian Terdepan di NTT
Unika Ruteng Bekali Ribuan Wisudawan untuk Melawan Manipulasi dan Kebodohan Digital
Akreditasi Unggul Terbanyak , Kampus Unika Ruteng Didaulat Sebagai Kampus Berkualitas di NTT
Transformasi Kurikulum Pendidikan Matematika: Langkah Strategis Unika Santu Paulus Ruteng Hadapi Era Digital
Unika St. Paulus Ruteng Tekankan PPG Bukan Sekadar Gelar, tapi Pembentukan Guru Profesional