Stevi Harman Soroti KIP Kuliah Calon Mahasiswa Korban Gempa Flores, Prof Badri Buka Ruang Verifikasi

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 16:39 WIB
Stevi Harman soroti KIP Kuliah calon mahasiswa korban gempa Flores yang terkendala desil. Prof Badri ungkap ada ruang verifikasi.
Stevi Harman soroti KIP Kuliah calon mahasiswa korban gempa Flores yang terkendala desil. Prof Badri ungkap ada ruang verifikasi.

Kemendiktisaintek juga menyampaikan adanya ruang bagi siswa yang sebelumnya menerima Program Indonesia Pintar (PIP) pada jenjang SMP hingga SMA, dengan data dan kondisi calon penerima menjadi bagian dari proses verifikasi.

Hal ini menjadi penting bagi keluarga terdampak gempa karena status ekonomi yang tercatat dalam sistem belum tentu menggambarkan kondisi terbaru setelah bencana.

Dengan adanya ruang verifikasi tersebut, calon mahasiswa yang merasa kondisi ekonominya tidak lagi sesuai dengan data administratif dapat memperoleh kesempatan untuk dinilai berdasarkan keadaan yang sebenarnya, sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak Hanya KIP Kuliah, UKT Juga Jadi Perhatian

Selain persoalan KIP Kuliah, Stevi juga meminta pemerintah mempertimbangkan kebijakan afirmasi khusus pascabencana bagi mahasiswa dan calon mahasiswa dari keluarga terdampak gempa.

Ia mendorong adanya keringanan, penundaan, atau pembebasan sementara Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.

Koordinasi dengan perguruan tinggi juga dinilai penting agar mahasiswa tidak kehilangan status akademiknya hanya karena keluarga sedang menghadapi masa pemulihan akibat bencana.

Data mahasiswa dan calon mahasiswa terdampak yang telah dihimpun, menurut Stevi, juga dapat digunakan sebagai bahan verifikasi dan pertimbangan dalam pemberian bantuan pendidikan.

Persoalan ini menjadi penting karena dampak gempa tidak berhenti pada kerusakan fisik. Ketika rumah, pekerjaan, atau sumber penghasilan keluarga ikut terdampak, kemampuan membayar biaya pendidikan juga dapat berubah.

Karena itu, Stevi berharap kebijakan pendidikan pascabencana dapat mempertimbangkan kondisi riil keluarga terdampak sehingga anak-anak Flores tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.

"Jangan sampai bencana yang sudah berdampak terhadap kehidupan keluarga kemudian menjadi alasan tambahan seorang anak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi," tutup Stevi Harman.

Bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa dari keluarga terdampak gempa di Flores, informasi mengenai verifikasi data, KIP Kuliah, dan kemungkinan keringanan UKT menjadi hal penting untuk terus dipantau. Perkembangan kebijakan dan mekanisme verifikasi selanjutnya perlu diperhatikan agar calon penerima yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan hanya karena persoalan data administratif.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X