pendidikan

Unika Ruteng Dorong Inovasi Agritech Berbasis Budaya: Kearifan Lokal Jadi Ujung Tombak Ketahanan Pangan Masa Depan

Jumat, 13 Juni 2025 | 14:52 WIB
Unika Ruteng Dorong Inovasi Agritech Berbasis Budaya: Kearifan Lokal Jadi Ujung Tombak Ketahanan Pangan Masa Depan

Idenusantara.com - Sebuah langkah strategis kembali diambil Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng dalam mendorong transformasi pertanian di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui Seminar Nasional INOPTAN ke-3 yang digelar Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) secara daring, Unika Santu Paulus Ruteng menegaskan komitmennya untuk membangun pertanian masa depan yang tidak sekadar mengandalkan kemajuan teknologi, tetapi juga berpijak kuat pada nilai-nilai lokal dan kebijaksanaan tradisional masyarakat.

Mengusung tema “Strategi Agritech Berbasis Kearifan Lokal dalam Optimalisasi Sumber Daya Alam untuk Ketahanan Pangan dan Pertanian Masa Depan”, seminar ini menjadi ajang pertemuan pemikiran dari berbagai kalangan akademisi, peneliti, praktisi agribisnis, pembuat kebijakan, hingga mahasiswa.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda NTT Gelar Lomba Konten Kreatif dan Karya Tulis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Lebih dari 400 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti diskusi yang berlangsung selama sehari penuh pada Jumat, 13 Juni 2025.

Dalam pembukaan acara, Rektor Unika Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic., Theol., menyampaikan pesan tajam bahwa kearifan lokal bukan penghalang, melainkan kekuatan yang dapat menjadi mitra strategis bagi teknologi modern.

“Teknologi harus memberdayakan, bukan menggusur. Pengetahuan lokal justru harus diapresiasi, bukan dipinggirkan,” tegas Dr. Manfred.

Pernyataan tersebut menjadi dasar arah diskusi seminar, yang secara konsisten menyoroti pentingnya keberlanjutan berbasis komunitas dan identitas kultural terutama di wilayah seperti NTT yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan tradisi pertanian yang kuat.

Baca Juga: Kapolres Ende Pantau Langsung Pengobatan Gratis untuk Pengemudi Ojek dan Angkutan Umum

Salah satu sorotan utama datang dari Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, yang hadir memberikan Distinguished Speech. 

Ia menegaskan bahwa pembangunan pertanian nasional tidak bisa lagi bersifat top down, melainkan harus didasarkan pada kekuatan lokal.

“Kita butuh pendekatan pembangunan yang berakar pada masyarakat. Inovasi teknologi harus berbicara dalam bahasa lokal,” ujar Prof. Pambudy.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya kebijakan publik yang menghargai keragaman hayati, sosial, dan budaya di setiap daerah. Ketahanan pangan tidak dapat dipaksakan dari pusat, melainkan dibangun melalui sinergi antardaerah dan antarpengetahuan.

Sementara itu, dalam sesi presentasi ilmiah, Prof. Dr. Edi Santosa dari IPB University mengungkap integrasi teknologi pertanian presisi berbasis sensor dan IoT (Internet of Things) dengan praktik agronomi lokal sebagai strategi krusial menghadapi tantangan iklim dan produktivitas.

Halaman:

Tags

Terkini