Kedua, komitmen unit dan program studi dalam menyiapkan data akurat serta bukti fisik sesuai standar akreditasi.
Ketiga, kinerja terukur dari semua unit yang terdokumentasi dengan baik.
Keempat, meningkatnya budaya mutu dan kebijakan strategis yang diterapkan pada setiap jenjang organisasi.
Lebih lanjut, Marlinda juga menyebut kendala terbesar selama proses yang terletak pada pengumpulan dokumen pendukung serta koordinasi lintas unit.
Namun, tegas Marlinda, tantangan tersebut dapat diatasi melalui komunikasi intens dan semangat kolektif seluruh unsur kampus.
"Harapan kami, predikat Unggul dapat diraih pada reakreditasi 2029. Itu membutuhkan konsistensi siklus PPEPP dan budaya mutu yang semakin kuat," tegas Marlinda.
Baca Juga: Cara Mengatasi Stres yang Mudah dan Efektif Alodokter
Rektor: Pencapaian Ini Adalah Buah Disiplin, Ketekunan, dan Kesadaran Mutu
Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh sivitas akademika.
Baginya, capaian ini bukan sekadar perubahan status administratif, melainkan refleksi dari kematangan institusi dalam menjaga mutu pendidikan yang berkesinambungan.
"Akreditasi 'Baik Sekali' bukan hanya angka atau predikat. Ini adalah buah dari ketekunan, disiplin, dan kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu selama bertahun-tahun," ujar Rektor.
Ia menegaskan bahwa Unika Ruteng akan terus melakukan terobosan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
"Capaian ini bukan garis akhir, tetapi titik tolak untuk memperkuat inovasi dan memperluas kontribusi kampus bagi masyarakat, gereja, dan negara," tambahnya.
Baca Juga: Ironi Smart TV Bantuan Prabowo Untuk SDI Compang Ngeles Terhambat Internet dan Infrastruktur
Akreditasi "Baik Sekali": Jaminan Mutu dan Penguatan Reputasi Publik