pendidikan

Antisipasi Kebijakan Baru, Yapersukma Pusat Latih Guru Yayasan Jadi Calon Kepala Sekolah

Rabu, 21 Januari 2026 | 12:50 WIB
Yapersukma Pusat menggelar Pelatihan Calon Kepala Sekolah bagi guru-guru yayasan. (Gordi Jamat)

IDENUSANTARA.COM - Yayasan Persekolahan Sukma (Yapersukma) Pusat menggelar Pelatihan Calon Kepala Sekolah 20 -25 Januari 2026 bagi guru-guru yayasan sebagai langkah antisipatif menghadapi perubahan kebijakan penugasan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah swasta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya yayasan menyiapkan kepemimpinan sekolah secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Yapersukma Pusat Lantai III. 

Pelatihan tersebut dilaksanakan menyusul berlakunya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Masyarakat. Regulasi ini membuka kemungkinan tidak lagi ditugaskannya guru PNS maupun PPPK sebagai kepala sekolah di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh yayasan.

Baca Juga: Kapolres Manggarai Barat Hadiri Peresmian Kantor Baru Bea Cukai Labuan Bajo

Selama ini, kepala sekolah pada sekolah-sekolah dasar milik Yapersukma Pusat umumnya berasal dari guru PNS yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai. Dengan adanya perubahan kebijakan tersebut, yayasan mulai menyiapkan guru-guru internal agar siap mengisi posisi kepala sekolah apabila pemerintah daerah menarik kepala sekolah PNS yang saat ini masih menjabat.

Pelatihan Calon Kepala Sekolah ini dibuka secara resmi oleh Romo Patrick Dharsam Guru, Drs., MA. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis yayasan dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan sekolah.

“Selama ini kepala sekolah SDK Yapersukma diatur oleh Dinas PPO. Karena itu, yayasan perlu siap jika suatu saat kewenangan tersebut tidak lagi berada pada pemerintah daerah. Guru-guru yayasan harus dipersiapkan secara serius agar mampu memimpin sekolah dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga: Polsek Lembor Gelar Sosialisasi Bahaya Bullying dan Keselamatan Lalu Lintas di SMPN 6 Welak

Selain membuka kegiatan, Romo Patrick juga memberikan pengantar awal kepada para peserta dengan tema “Menakhodai Bahtera Pendidikan: Menuju* Kepemimpinan Kepala Sekolah SDK yang Visioner dan Berakar pada Iman.”

Ia menekankan bahwa kepala sekolah di lingkungan pendidikan Katolik tidak hanya berperan sebagai pengelola administrasi, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran dan teladan iman bagi komunitas sekolah.

Sementara itu, pemateri pelatihan, Marselinus Robe, M.Pd., dalam pernyataannya kepada media menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Persekolahan Sukma Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mendampingi para calon kepala sekolah.

“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis, bahkan disebut sebagai faktor kunci terbesar kedua setelah guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan prestasi siswa. Karena itu, Program Penyiapan Kepala Sekolah (PPKS) sangat penting untuk diselenggarakan secara serius dan berkelanjutan,” kata dosen Unika Santu Paulus Ruteng tersebut.

Baca Juga: Pemprov NTT Matangkan Persiapan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bali–NTB–NTT

Ia menegaskan bahwa kepala sekolah bukanlah sosok yang “dilahirkan”, melainkan “dibentuk” melalui proses pendidikan dan pelatihan yang terencana, disertai kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini memiliki nilai strategis bagi masa depan pendidikan di Manggarai.

“Sebagai akademisi dan umat Katolik asal Manggarai, saya berkomitmen mendukung Yapersukma dalam menyiapkan calon kepala sekolah yang unggul. Harapannya, Manggarai ke depan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam dan religi, tetapi juga sebagai destinasi wisata pendidikan,” ujarnya.

Pelatihan ini membekali para peserta dengan berbagai materi kepemimpinan pendidikan, mulai dari kepemimpinan instruksional, transformasional, hingga kepemimpinan melayani. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan perencanaan berbasis data, seperti Evaluasi Diri Sekolah (EDS), penyusunan visi dan misi, Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), serta supervisi pembelajaran.

Halaman:

Tags

Terkini