pendidikan

Ditempa 20 Hari dalam Keheningan Novisiat, 29 Mahasiswa Unika Ruteng Siap Menjadi Terang di Tengah Krisis Makna

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:35 WIB
sebanyak 29 mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng mengikuti misa pengukuhan Kader Synergoi Paulus Angkatan III. (Dok. Ide Nusantara/Gordi Jamat)

Ruteng, Idenusantara.com - Ditempa selama 20 hari dalam keheningan dan disiplin hidup rohani di Novisiat, sebanyak 29 mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng resmi diutus menjadi terang di tengah krisis makna yang melanda zaman digital saat ini.

Pengukuhan Kader Synergoi Paulus Angkatan III yang berlangsung pada Minggu, 22 Februari 2026 itu bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum penegasan identitas dan arah kepemimpinan generasi muda Katolik di kampus tersebut.

Baca Juga: Tirai Besi Lautan: Iran-Rusia-China Gelar Latihan Militer di Tengah Bayangan Perang

Proses kaderisasi yang berlangsung sejak 22 Januari hingga 8 Februari 2026 digelar di Novisiat Sang Sabda Kuwu. Sebanyak 30 mahasiswa dari 12 program studi mengikuti formasi intensif yang dirancang menyentuh dimensi spiritual, emosional, sosial, dan moral. Setelah melalui tahapan evaluasi pada 19-21 Februari 2026, sebanyak 29 peserta dinyatakan lulus dan resmi menyandang status sebagai anggota Synergoi Paulus Angkatan III.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Fransiskus Sawan, M.Pd., yang akrab disapa Romo Frans dalam laporan tertulisnya menegaskan bahwa kaderisasi tersebut bukanlah pelatihan organisasi biasa.

Kaderisasi ini bukan sekadar pelatihan, melainkan proses formasi hidup yang membentuk iman, karakter, dan kepemimpinan," tegasnya.
Menurut Romo Frans, pendekatan yang digunakan tim pembina berbasis experiential learning, refleksi personal, partisipasi aktif, dan pembelajaran kolaboratif.

"Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi menjalani dinamika hidup bersama yang menuntut kedisiplinan, keterbukaan, serta kepekaan sosial," ujarnya.

Baca Juga: Wilayah Mentok Hari Ini Berawan, Warga Diminta Waspada Hujan Ringan di Awal Pekan

Ia mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan adanya transformasi nyata pada diri peserta.

"Terjadi peningkatan kedewasaan sikap, disiplin, keberanian memimpin, empati sosial, serta konsistensi dalam praktik doa dan refleksi harian," tegasnya. 

"Praktik spiritual harian, pengalaman sosial langsung, dan dinamika kelompok menjadi faktor yang paling kuat membentuk perubahan karakter para peserta," tambah Romo Frans. 

Momentum pengukuhan juga diwarnai penegasan visi akademik dan spiritual dari Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd.

Dalam misa dan seremoni pengutusan, ia mengingatkan bahwa mahasiswa hari ini hidup di tengah krisis makna, relativisme nilai, dan derasnya arus digitalisasi yang kerap mengaburkan batas antara kebenaran dan opini.

"Mahasiswa adalah penjaga nurani zaman. Kader Synergoi harus menjadi terang intelektual, sahabat bagi sesama, sekaligus pemimpin yang transformatif," tegasnya di hadapan para kader dan sivitas akademika.

Baca Juga: Pangan Ramadhan Aman & Sehat: Gubernur Melki Bersama BPOM Intensifkan Pengawasan Takjil di Kota Kupang

Halaman:

Tags

Terkini