pendidikan

Prodi Matematika Unika Ruteng Siapkan Langkah Menuju Akreditasi Unggul, Ini Pesan Prof Edi

Senin, 3 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Keterangan foto: Ketua Prodi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng menyerahkan sertifikat pemateri kepada Prof. Dr. Edi Istiyono, M.Si. (Gordi Jamat)

IDENUSANTARA.COM - Predikat akreditasi unggul tidak bisa diraih hanya dengan menyiapkan dokumen menjelang asesmen. Kualitas tata kelola, budaya akademik, produktivitas riset, hingga konsistensi menjalankan sistem penjaminan mutu menjadi fondasi utama yang harus dibangun sejak dini.

Pesan itu disampaikan akademisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Edi Istiyono, M.Si., saat menjadi narasumber dalam Workshop Capacity Building Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng bertema "Penguatan Mutu Akademik, Riset, dan Tata Kelola Menuju Akreditasi Unggul" di Ruang GUB 308 Unika Santu Paulus Ruteng, Kamis, 30 Juli 2026.

Baca Juga: Gempa 4,6 M Guncang Mbay Nagekeo NTT, BMKG: Tetap Tenang dan Jangan Panik

Workshop yang diikuti seluruh dosen dan tenaga kependidikan Program Studi Pendidikan Matematika itu menjadi bagian dari strategi awal kampus dalam memperkuat kualitas akademik sebelum menghadapi proses akreditasi beberapa tahun mendatang.

Di hadapan peserta, Prof. Edi mengingatkan bahwa banyak program studi masih terjebak pada pola pikir bahwa akreditasi identik dengan penyusunan borang dan kelengkapan administrasi. Menurut dia, paradigma tersebut harus diubah.

"Keberhasilan sebuah program studi dalam meraih akreditasi unggul tidak hanya bergantung pada pemenuhan dokumen administrasi, tetapi juga pada budaya mutu yang tumbuh secara berkelanjutan di lingkungan akademik," kata Prof. Edi.

Menurut dia, budaya mutu harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan aktivitas yang muncul ketika asesor datang melakukan penilaian.

Karena itu, penguatan mutu harus dimulai dari ruang kelas melalui pembelajaran yang berorientasi pada Outcome Based Education (OBE), diperkuat dengan budaya riset dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat yang berdampak, tata kelola yang transparan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Prof. Edi memaparkan enam pilar yang menjadi fondasi pengembangan program studi menuju akreditasi unggul.

Baca Juga: John Sitorus: Dedi Mulyadi Besar di Golkar, Bukan Gerindra, Berpeluang Lawan Prabowo di Pilpres 2029

Pilar pertama adalah peningkatan mutu akademik melalui implementasi OBE agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Pilar kedua berupa penguatan budaya riset melalui peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Pilar berikutnya adalah penguatan pengabdian kepada masyarakat melalui hilirisasi hasil penelitian, penguatan tata kelola berbasis standar operasional prosedur dan digitalisasi layanan akademik, peningkatan kompetensi dosen serta tenaga kependidikan, hingga perluasan kemitraan dengan sekolah, pemerintah daerah, dunia industri pendidikan, dan berbagai lembaga lainnya.

Selain menjelaskan enam pilar tersebut, Prof. Edi juga mengulas indikator dalam Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPSK) 3.0 LAMDIK, termasuk target publikasi ilmiah terindeks SINTA, peningkatan jabatan akademik dosen, evaluasi capaian pembelajaran lulusan, serta penerapan continuous quality improvement sebagai budaya organisasi.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Maximus Tamur, M.Pd., mengatakan workshop tersebut merupakan langkah konkret untuk membangun kesiapan program studi secara menyeluruh, bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif.

Baca Juga: Mengapa Semua Partai Akan Berebut Dedi Mulyadi?

Halaman:

Tags

Terkini