IDENUSANTARA.COM-Naas menimpa kelompok tani di kabupaten Ende NTT setelah menerima bantuan ternak babi dari pemerintah pusat.
Pasalnya harapan meningkatkan ekonomi pasca pandemi covid-19 dengan usaha ternak tersebut, mesti pupus lantaran 39 ekor ternak babi dari 40 ekor yang dialokasikan itu, mati sia-sia.
Belum diketahui faktor penyebab kematian babi yang diberikan kepada dua kelompok yakni Kelompok Tani Kalimati Bersatu di Kelurahan Kelimutu sebanyak 15 ekor dan Kelompok Tani Pemuda Kepi di Kelurahan Onekore sebanyak 25 ekor.
Baca Juga: Legal; Ritme Flores Terus Berpacu Memenuhi Tuntutan Dewan Pers
“Semoga mereka bisa ganti pak. Kan beberapa ada yang mati saat masih masa garansi. Mereka drop tanggal 12 Januari 2023. Sekarang untuk kelompok kami, dari 25 ekor yang hidup tinggal satu ekor,” ujar Lazarus Wonga, harap Kelompok Pemuda Onekore (Kamis (26/1/2023).
Lazarus menyebut saat turun dari kapal kondisi babi sudah lemas dan tidak layak dipelihara. Sebagian besar babi bantuan itu mati saat baru satu dua hari di tangan anggota.
“Malam pertama ada lima ekor yang mati dan pada saat masa pemeliharaan atau masa garansi ada belasan ekor yang mati. Kemudian ada yang mati setelah masa garansi. Babi itu mati dengan gejala tidak makan dan lemas, mungkin kelelahan saat pendropingan,” ungkap Lazarus.
Sementara, sekretaris Kelompok Kalimati Bersatu, Fransiskus R. Dolle, mengatakan kelompoknya menerima bantuan ternak babi sebanyak 15 ekor.
“Semuanya sudah mati, tidak mati mendadak tapi mati secara bertahap. Sebagian besar mati saat masih masa pemeliharaan atau garansi,” katanya.
Pihaknya menyesal karena babi bantuan itu sangat bagus dan sudah besar serta siap untuk dikawinkan. Ia berharap pemerintah kembali menyalurkan bantuan serupa.
Baca Juga: IAKN Kupang Jadi Tuan Rumah Penyelenggaraan ICC IRC
“Bantuan babi yang kami terima saat ini sangat bagus karena sudah besar. Ukurannya jika dijual bisa mencapai sekitar lima atau enam juta,” katanya.
Bantuan tersebut diketahui bersumber dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar****