4. Keputusan Akhir: Membasuh Tangan
Setelah gagal membujuk massa, Pilatus melakukan tindakan simbolis yang terkenal:
• Membasuh Tangan:
Ia mengambil air dan membasuh
tangannya di depan orang banyak,
sambil berkata, "Aku tidak bersalah
terhadap darah orang ini; itu urusan
kamu sendiri!" (Matius 27:24).
• Eksekusi:
Pilatus memerintahkan Yesus
dicambuk (sebagai upaya untuk
memuaskan massa agar tidak perlu
menghukum mati) dan akhirnya
menjatuhkan hukuman salib.
Baca Juga: Asistensi Paskah di Paroki Beokina, Mahasiswa Unika Ruteng Disambut Tradisi “Kepok Tiba”
AKHIR HAYAT PONTIUS PILATUS
Akhir hayat Pontius Pilatus, tidak dicatat dalam Alkitab. Namun, sejarah dan tradisi memberikan beberapa versi yang berbeda, mulai dari catatan sejarah Romawi yang kelam hingga tradisi gereja yang menghormati mereka.
Berikut adalah uraian mengenai akhir hayatnya:
1. Akhir Hayat Pontius Pilatus
Nasib Pilatus setelah penyaliban Yesus dapat dibagi menjadi dua perspektif:
catatan sejarah dan tradisi/legenda.
A. Perspektif Sejarah (Catatan Flavius
Yosefus)
Menurut sejarawan Yahudi Flavius Yosefus, karier Pilatus berakhir karena sebuah insiden berdarah di Samaria:
• Tragedi Samaria (36 M):
Seorang pria Samaria mengklaim akan
menunjukkan peralatan suci yang
dikubur oleh Musa di Gunung Gerizim.
Massa pengikutnya berkumpul dengan
senjata. Pilatus, yang mencium bau
pemberontakan, mengirim pasukan
kavaleri dan infanteri untuk
menghadang mereka. Banyak orang
Samaria dibantai dan pemimpinnya
dieksekusi.
• Pencopotan Jabatan:
Orang Samaria mengadu kepada
Lucius Vitellius, Gubernur Suriah
(atasan Pilatus). Vitellius
memerintahkan Pilatus kembali ke
Roma untuk menghadap Kaisar
Tiberius guna menjawab tuduhan
tersebut.
• Kematian Tiberius:
Pilatus tiba di Roma pada tahun 37 M,
namun Kaisar Tiberius sudah wafat
sebelum ia sempat diadili. Setelah titik
ini, catatan sejarah resmi mengenai
Pilatus menghilang.