religi

Kisah Paus Fransiskus Seperti Memberi Tanda Sebelum Kematiannya

Rabu, 30 April 2025 | 07:35 WIB
Paus Fransiskus (Foto:VatikanNews)

“Saya berdoa untuk Anda, tolong doakan saya, terima kasih. Dan terima kasih atas pengabdian Anda di rumah sakit, sangat baik, lanjutkan,” katanya.

Paus tidak membiarkan penyakitnya menghalangi kunjungan rutinnya ke fasilitas penahanan pada Kamis Putih, 17 April. Saat bertemu dengan sekitar 70 narapidana di penjara Regina Coeli di Roma, Paus mengatakan bahwa, “Setiap tahun saya ingin melakukan apa yang Yesus lakukan pada Kamis Putih, yaitu membasuh kaki di dalam penjara.”

“Tahun ini saya tidak bisa melakukannya, tetapi saya bisa dan ingin dekat dengan kalian. Saya berdoa untuk kalian dan keluarga kalian,” katanya.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul Ajak Pemuda Katolik Kolaborasi Sukseskan Program Pengentasan Kemiskinan

Saat meninggalkan penjara, mobil Paus berhenti di dekat sekelompok wartawan. Berbicara mengenai kunjungannya ke penjara, ia berkata: “Setiap kali saya memasuki pintu-pintu ini, saya bertanya pada diri sendiri, ‘Mengapa mereka dan bukan saya?'”

Pada hari Jumat Agung, ia tidak dapat bergabung dengan para peziarah di Colosseum, tetapi dalam renungannya, ia menyertakan pesan perpisahan kepada dunia:

Yesus datang untuk mengubah dunia dan, “bagi kita, itu berarti mengubah arah, melihat kebaikan jalan-Mu, membiarkan kenangan akan pandangan-Mu mengubah hati kita,” tulisnya dalam pengantar komentar dan doa.

“Kita hanya perlu mendengar undangannya: ‘Mari! Ikutlah Aku!'” Dan percayalah pada tatapan cinta itu,” dan dari sana “semuanya akan bersemi kembali,” tulisnya, dan tempat-tempat yang dikembalikan oleh konflik dapat bergerak menuju rekonsiliasi, dan “hati yang keras dapat berubah menjadi hati yang lembut.”

Baca Juga: Seorang Biarawati Yang Melanggar Protokol di Vatikan

Paskah Terakhir

Dalam kondisi yang masih sakit, Paus Fransiskus muncul di balkon Basilika St. Petrus untuk menyampaikan pesan Urbi et Orbi kepada umat Katolik di seluruh dunia pada Minggu Paskah, 20 April 2025. Ia menyampaikan pesan kepada ‘kota dan dunia’ meskipun tubuhnya tampak lemah dan ia duduk di kursi roda, ia tetap menyapa umat dengan senyuman. Pesannya menekankan pentingnya perdamaian dan kebebasan beragama, serta mengutuk kekerasan di berbagai belahan dunia.​

“Sudara-Saudari semua, Selamat Paskah,” ini adalah kata yang diucapkan Paus Fransiskus untuk terakhir kali.

Dalam pesannya yang terakhir, Paus Fransiskus mengecam banyaknya konflik yang melanda planet ini dan mengimbau para pemimpin dunia untuk tidak menyerah pada logika ketakutan. Ia menyampaiakan hal ini dalam pesan Paskahnya “urbi et orbi”, ‘kepada kota dan dunia’ pada hari Minggu, 20 April 2025.

Berkat tradisional Paus, “urbi et orbi,” dibacakan oleh Penanggungjawab Perayaan Liturgi Kepausan, Mgr. Diego Ravelli. Paus Fransisku, yang masih dalam masa pemulihan, hadir dengan keterbatasan fisik.

 

Halaman:

Tags

Terkini

BENARKAH KITAB SUCI KATOLIK DIUBAH

Rabu, 8 April 2026 | 08:06 WIB

LOGOS ILAHI: FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Rabu, 8 April 2026 | 08:01 WIB

Mengapa Disebut JUMAT AGUNG

Sabtu, 4 April 2026 | 15:22 WIB

APAKAH SINTERKLAS SUNGGUH ADA?

Sabtu, 6 Desember 2025 | 21:30 WIB