IDENUSANTARA.COM - Perayaan Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral Ruteng pada Minggu, 5 April 2026 berlangsung penuh khidmat, menyatukan umat dalam sukacita iman atas kebangkitan Kristus. Misa ketiga dalam rangkaian Hari Raya Paskah ini dipimpin langsung oleh Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, yang menghadirkan pesan mendalam tentang harapan di tengah kegelapan hidup manusia.
Turut hadir dalam perayaan Ekaristi tersebut Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit bersama istrinya Meldyanti Hagur Nabit. Kehadiran kepala daerah di tengah umat tidak sekadar simbolis, tetapi menjadi tanda kebersamaan antara pemerintah dan Gereja dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan, iman, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Baca Juga: Paskah di Gereja Devosional St Yoseph Ruteng: Ajakan Bangkit dari “Kubur Kehidupan”
Sebelum perayaan dimulai, Uskup Siprianus dan Bupati Manggarai terlebih dahulu disambut secara adat di Pastoral Paroki Katedral Ruteng. Prosesi ini mencerminkan kekayaan tradisi lokal Manggarai yang tetap hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan menggereja, sekaligus memperlihatkan harmoni antara iman Katolik dan budaya setempat.
Bacaan I: Kisah Para Rasul 10:34a.37-43
“Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati.”
Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, “Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh dan kuat kuasa.
Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib. Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.
Dan Yesus telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.
Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”
Baca Juga: Kisah PONTIUS PILATUS: Tokoh di Balik Penyaliban Yesus
Bacaan Kedua Kolose 3:1-4
“Pikirkanlah perkara yang di atas, dimana Kristus berada.”
Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita! Apabila Ia menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Bacaan Injil Yohanes 20:1-9
“Yesus harus bangkit dari antara orang mati.”
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus.
Ia berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
Baca Juga: Mengapa Disebut JUMAT AGUNG