Logos sebagai Pribadi Kedua Tritunggal
Dalam ajaran Gereja Katolik, Logos tidak lain adalah Putera Allah yang kekal, Pribadi Kedua dari Tritunggal Mahakudus. Pemahaman ini dirumuskan secara dogmatis oleh Gereja melalui Konsili-konsili Ekumenis:
· Konsili Nicea (325 M):
Menegaskan bahawa Yesus adalah “sehakikat dengan Bapa” (homoousios), menolak ajaran Arianisme yang menganggap Kristus sebagai makhluk ciptaan.
· Konsili Efesus (431 M):
Menyatakan Maria sebagai Theotokos (Bunda Allah), menegaskan bahawa anak yang dikandungnya adalah sungguh-sungguh Allah.
· Konsili Chalkedon (451 M):
Menyimpulkan bahawa Kristus adalah satu pribadi dalam dua kodrat (ilahi dan manusia), “tanpa pencampuran, tanpa perubahan, tanpa pembagian, dan tanpa pemisahan.”
Katekismus Gereja Katolik (KGK) dengan tegas menyatakan: “Yesus Kristus adalah Putra Allah yang menjelma. Ia adalah Allah sejati dan manusia sejati” (KGK, 464-469).
Baca Juga: PADA TENGAH HARI, KEGELAPAN MENYELUBUNGI SELURUH NEGERI
Logos, Rhema, dan Graphe: Tiga Dimensi Sabda Ilahi
Dalam tradisi teologi, khususnya dalam kalangan penulis Katolik, Logos sering dibezakan dengan dua istilah Yunani lain yang juga berkaitan dengan “firman”:
1. Logos (Λόγος):
Firman kekal Allah, iaitu Yesus Kristus sendiri sebagai Pribadi Ilahi. Logos adalah sumber dan dasar dari segala wahyu.