2 Rhema (ῥῆμα):
Firman yang diucapkan secara langsung, yang menyapa dan menghidupkan dalam konteks tertentu. Yesus tidak hanya menyampaikan pesan, Ia sendiri adalah pesan itu yang aktif, relevan, dan menyelamatkan.
3.Graphe (Γραφή):
Tulisan suci, iaitu Kitab Suci yang menjadi saksi tertulis tentang Logos. Seluruh Perjanjian Lama dan Baru menunjuk kepada Yesus Kristus.
Ketiga-tiga dimensi ini saling terhubung: Logos (Pribadi) menyatakan diri melalui Rhema (sabda yang hidup) dan diwartakan dalam Graphē (Kitab Suci).
Baca Juga: Kisah PONTIUS PILATUS: Tokoh di Balik Penyaliban Yesus
Logos dalam Kehidupan Umat Katolik
Apakah makna Logos Ilahi bagi kita sebagai umat Katolik pada hari ini?
1. Pusat Iman dan Liturgi:
Dalam setiap perayaan Ekaristi, kita mendengar Sabda Allah (Kitab Suci) dan menerima Sabda yang menjadi daging (Yesus Kristus dalam Sakramen Mahakudus). Liturgi adalah perjumpaan hidup dengan Logos.
2. Sumber Kebenaran Mutlak:
Dalam dunia yang penuh dengan relativisme dan keraguan, Yesus sebagai Logos adalah kebenaran itu sendiri (Yohanes 14:6). Dia bukan hanya mengajarkan kebenaran, tetapi Dia adalah Kebenaran.
3. Penerang Nurani dan Kosmos:
Logos bukan hanya terang bagi kosmos, tetapi cahaya bagi nurani manusia. Dia memberi arah pada jiwa yang gelisah mencari rumah.
4. Model Keselamatan:
Melalui ketaatan-Nya hingga wafat di kayu salib, Logos yang menjadi manusia telah membuka jalan keselamatan bagi seluruh umat manusia.