Tetap mencoba bertahan di Chonburi, ternyata semua di luar harapannya. Dia justru dipinjamkan ke klub kasta kedua, Sriracha FC.
Dalam setengah musim itu, Bachdim tampil dalam sembilan laga dan mencetak dua gol. Namun, manajemen Chonburi tetap tidak puas dengan performanya. Setahun di Thailand, dia mencoba peluang di Liga Jepang.
Bachdim mengikuti seleksi bersama dua pemain Indonesia lain, Andik Vermansah dan Syakir Sulaiman di klub J1 League alias kasta teratas Liga Jepang, Ventforet Kofu. Dia pun berhasil untuk memulai petualangannya di Negeri Sakura.
Satu di antara alasan Ventforet Kofu merekrut karena Bachdim dianggap cocok untuk menjadi duta pariwisata daerah Kofu, Prefektur Yamanashi. Namun, Irfan Bachdim kembali gagal saat membangun pamornya di Asia.
Dia tidak pernah dimainkan sekalipun sepanjang 2014. Alhasil, Bachdim memilih hengkang ke Consadole Sapporo, kontestan J2 League atau kasta kedua Liga Jepang pada 2015.
Di sana pun kariernya tidak sesuai harapan. Dia hanya bertahan dua musim dengan tujuh penampilan.
Akhir 2016, Consadole Sapporo mengganti posisi Bachdim dengan Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin. Karier Bachdim di luar Indonesia tamat. Dia kembali ke Indonesia dengan menerima pinangan Bali United.
Berkali-kali gagal mencoba peruntungan di luar, tapi Bachdim toh masih dipercaya untuk membala Timnas Indonesia AFF 2012 dan hampir bermain di Piala AFF 2016. Namun, cedera merenggut kesempatannya.
Irfan Bachdim bukanlah nama baru di dunia sepak bola Indonesia. Kariernya dimulai di akademi sepak bola Ajax Amsterdam, berlatih bersama nama-nama besar seperti Mitchell Donald, Jeffrey Sarpong, dan Ryan Babel.
Setelah tiga tahun di Ajax, Bachdim pindah ke SV Argon dan menjadi pencetak gol terbanyak di sana. Bakatnya kemudian menarik perhatian FC Utrecht, di mana dia bermain untuk tim junior dan sesekali menjadi pemain cadangan tim senior.
Pada 2010, Irfan Bachdim memutuskan untuk menjajal peruntungan di Indonesia. Dia sempat mengikuti seleksi di Persib Bandung dan Persija Jakarta, namun akhirnya berlabuh di Persema Malang.
Namanya pun mulai dikenal luas oleh publik sepak bola Indonesia. Bersama Persema, Bachdim menunjukkan kemampuannya dan menjadi pemain kunci.
Dia juga menjadi bagian dari Timnas Indonesia di Piala AFF 2010, mencetak dua gol dan membawa Indonesia hingga ke babak final. Penampilan gemilangnya di turnamen ini membuatnya menjadi idola baru bagi para penggemar sepak bola tanah air.