Soal bisnis, Sherly mahir memainkan peran sebagai Direktur PT Bela Group, sebuah perusahaan yang dikelola bersama sang suami. Perempuan berusia 42 tahun ini juga fokus dalam kegiatan sosial dengan menjabat posisi Ketua Yayasan Bela Peduli, anggota aktif Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), serta terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan membantu anak-anak yatim.
Namanya juga dalam berbagai organisasi lain, seperti Bunda PAUD Kabupaten Pulau Morotai untuk masa jabatan 2017–2022, Ketua Umum Forikan Kabupaten Pulau Morotai periode 2018–2022, Pengurus Perwosi Pusat masa jabatan 2018–2022 dan Pembina Yayasan Bela Peduli Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Maluku Utara periode 2022-2027.
Baca Juga: Presiden Prabowo ke Johni Asadoma: Saya Titip Kampung Halaman Saya NTT
Perpisahan Sherly Tjoanda dengan Benny Laos terjadi karena sang suami meninggal dalam insiden kebakaran speed boat di Pelabuhan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu pada 2004 lalu. Dalam peristiwa itu, dia menjadi satu dari 10 orang korban terluka yang harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit akibat patah kaki yang dideritanya.
Beberapa hari setelah kematian Benny, Sherly Tjoanda dihubungi oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk menggantikan mendiang suaminya sebagai calon gubernur Maluku Utara.
Mama Beneisha itu lalu melakukan sosialisasi dan kampanye baik di lapangan maupun media sosial bersama Sarbin Sehe, hingga akhirnya terpilih menjadi Gubernur Maluku Utara dan dilantik secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto.
(Sumber Tempo)