Manggarai Timur, idenusantara.com -- Kepala Puskesmas Mano, Paskalis Jangkar, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyusun laporan kronologis kejadian melahirkan bayi kembar empat yang berakhir tragis di RSU Ruteng, Ruteng, Jumat, ( 11/4/2025).
Laporan ini akan diserahkan ke Dinas Kesehatan Manggarai Timur untuk dilakukan evaluasi dan penilaian kompetensi tenaga medis yang menangani pasien tersebut.
"Kami sangat serius dalam menangani kasus ini dan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui apa yang salah dan bagaimana kami dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan," Ungkap kapus Mano, (14/4/2025).
Kapus jangkar menambahkan bahwa laporan ini juga akan mencakup riwayat kehamilan pasien dan tindakan medis yang telah dilakukan. "Kami ingin mengetahui apakah ada kelalaian atau kesalahan dalam penanganan pasien sehingga kami dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa selanjutnya," ujarnya.
Berdasarkan laporan tersebut, Dinas Kesehatan Manggarai Timur akan melakukan penilaian kompetensi bidan yang menangani pasien. Jika ditemukan adanya kelalaian, maka bidan tersebut akan diberikan pembinaan dan peningkatan kapasitas kompetensi kebidanan.
Baca Juga: Kabar Duka! Empat Bayi Kembar Meninggal di Rumah Sakit Ben Boy Ruteng
Seperti diberitakan sebelumnya, Kejadian melahirkan bayi kembar empat yang berakhir tragis ini terjadi pada Jumat (12/4/2025) di RSU Ruteng. Keempat bayi tersebut tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia. Ibu yang melahirkan bayi kembar empat tersebut berusia 39 tahun dan memiliki riwayat kehamilan keempat.
Sekitar tanggal 11 April, sang ibu mulai merasakan sakit di perutnya dan melakukan pemeriksaan ke bidan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sudah ada tanda-tanda proses melahirkan. Bidan kemudian mengambil tindakan segera dengan melaporkan ke Puskesmas Mano.
Pihak Puskesmas Mano segera merujuk pasien ke RSU Ruteng berdasarkan instruksi dokter spesialis. Setelah tiba di rumah sakit, proses melahirkan berlangsung cepat. Tiga bayi langsung dilahirkan namun tidak selamat dengan kondisi berat badan antara 400-500 gram.
Satu bayi lainnya sempat lahir dalam kondisi hidup dan mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit. Namun, bayi tersebut akhirnya meninggal sekitar pukul 15.00 WITA.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Manggarai Timur dapat meningkat dan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Puskesmas Mano dan Dinas Kesehatan Manggarai Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Kabar Duka! Empat Bayi Kembar Meninggal di Rumah Sakit Umum Ruteng